Merdeka Peristiwa News Feed
Updated: Fri, 11 Jan 2013 22:00:09 GMT | By Merdeka Peristiwa News Feed

Selidiki kasus RI, polisi akan minta keterangan dokter



Berita Satu


MERDEKA.COM, Polisi terus memeriksa beberapa saksi dalam kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa RI, bocah berusia 11 tahun. Polisi juga meminta keterangan dokter Rumah Sakit Umum Pusat Persahabatan (RSUPP) yang merawat korban.


"Di antaranya tetangganya yang disebutkan itu, informasi sedang kita kumpulkan karena dari hasil autopsinya juga belum kami terima apakah mohon maaf di kemaluannya itu ada kekerasannya. Nanti yang menyatakan itu ada dokter yang mengautopsi yang nanti akan diserahkan pada kita," kata Kabareskrim Komjen Pol Sutarman di Istana Wapres, Jalan Merdeka Utara, Jakarta Pusat (8/1)


Menurutnya, polisi akan menggali informasi jika memang ada dugaan RI meninggal akibat dari kasus kekerasan. Polisi juga akan menelusuri kebenaran nama 'Buluk' yang disebut-sebut oleh ibu RI.


"Itu bagi Polri adalah informasi belum memiliki nilai bukti nanti kalau misalnya ditemukan bukti lain ada bukti ditemukan dalam visum ditemukan bekas orang yang melakukan, itu petunjuk apa yang dikatakan ibunya itu akan kami periksa menjadi saksi nantinya," ujarnya.


Dia berharap, tim dokter yang mengautopsi jasad RI tidak salah dalam mendiagnosa dan secepatnya bisa ditemukan kebenaran apakah ada tindakan kekerasan seksual yang diterima RI. "Jadi dokter outopsinya harus mengarah ke sana jadi kekerasan itu akibat apa dan ada di situ disebutkan ada luka," katanya.


Sumber: Merdeka.com


0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    799 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.409 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    176 respon

Total Respon: 4.384
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft