Merdeka Peristiwa News Feed
Updated: Sun, 28 Apr 2013 06:35:13 GMT | By Merdeka Peristiwa News Feed

Mahasiswa Surabaya ciptakan biodiesel berbahan minyak jelantah



Berita Satu


MERDEKA.COM,


Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar membuat daya inovasi mahasiswa Akademi Pariwisata (Akpar) Majapahit di Jalan Jemursari, Surabaya, Jawa Timur terpancing. Mereka menciptakan soal alternatif yang disebut biodiesel atau biosolar berbahan minyak jelantah.


Menurut Owner Akpar Majapahit Surabaya, Yuwono, inovasi ini muncul ketika pihaknya melakukan tour ke Sarangan, Malang beberapa waktu lalu.


"Saat itu kami kehabisan solar. Ketika mencari ke beberapa SPBU ternyata kehabisan. Sehingga kami menemukan ide membuat biodiesel untuk memberi alternatif bahan bakar yang mudah dibuat dan murah sehingga membantu kelancaran transportasi dan industri," ujar Yuwono di kantornya, Sabtu (27/4).


Yuwono mengatakan, akhir-akhir ini terjadi kelangkaan solar hampir menyeluruh di Indonesia menjelang rencana pembatasan BBM bersubsidi. "Apalagi sejak semula Akpar Majapahit memang kerap meneliti pembuatan bahan bakar alternatif dari bahan-bahan atau limbah makanan. Kami juga pernah membuat biobensin berbahan pohung (singkong), kalau untuk solar merupakan bahan bakar yang mudah diperbaharui." terang dia.


Selanjutnya, kata Yuwono, pembuatan biodiesel sangat mudah menggunakan minyak hewan atau tumbuhan seperti minyak kelapa, minyak sawit dan minyak dari tumbuhan-tumbuhan lainnya, termasuk minyak jelantah (minyak goreng bekas).


"Minyak jelantah ini malah lebih murah, karena hasil limbah dari bekas minyak penggorengan restoran, depot-depot makanan atau limbah industri kuliner. Minyak jelantah sudah tidak bisa dikonsumsi, tapi masih bisa dimanfaatkan limbahnya," ungkap dia.


Selain itu, Yuwono menerangkan, produksi biosolar bisa dilakukan secara manual maupun dengan mesin industri. Sehingga, menurut dia, masyarakat kecil bisa membuatnya sendiri tanpa harus menunggu produksi dari Pertamina.


"Proses pembuatan biosolar ini adalah proses kimia yang disebut transesterifikasi. Limbah dari proses kimiawi biosolar ini, juga bisa dimanfaatkan berupa Gliserin, yang biasa digunakan sebagai bahan dasar sabun," ungakp Yuwono.


Lebih lanjut, Yuwono menambahkan, agar dapat menjadi biodiesel, minyak jelantah dicampur dengan NaOH dan methanol 99 persen (spirtus), yang kemudian dipanaskan ke dalam panci bersuhu 100 derajat selama 15 menit untuk menguapkan sisa methanol.


Usai memeragakan pembuatan biodiesel, para mahasiswa langsung mengujicobakan pada mobil bermesin diesel. Uji coba berhasil dan mobil dapat berjalan layaknya menggunakan solar.


Sumber: Merdeka.com


0Komentar
Lihat Wajah Baru MSN. Klik di sini!

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.620 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    7.309 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    388 respon

Total Respon: 9.317
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft