Merdeka Peristiwa News Feed
Updated: Fri, 16 Aug 2013 13:44:31 GMT | By Merdeka Peristiwa News Feed

Jejak Freddy Budiman, si raja narkoba



Berita Satu


MERDEKA.COM, Lagi-lagi Kemenkum HAM dibuat geger atas ulah Freddy Budiman, terpidana mati kasus narkoba yang kini mendekam di LP Nusakambangan. Freddy ternyata pemilik alat dan bahan pembuat sabu yang di temukan di LP Narkoba Cipinang beberapa waktu lalu.


"Freddy ini membuat sabu-sabu di selnya saat malam hari," ujar Menkum HAM Amir Syamsuddin kemarin, Kamis (15/8).


Selama ini sosok pria 37 tahun ini memang dikenal akrab dengan dunia narkoba. Perjalanan hidup Freddy keluar masuk penjara dengan kasus yang sama. Freddy pun layak bila disebut sebagai raja narkoba di Tanah Air karena selalu memiliki narkoba dalam jumlah besar.


Data yang dihimpun merdeka.com, Kamis (15/8) pada tahun 2009 lalu awal Freddy tertangkap karena kasus narkoba. Freddy tertangkap karena memiliki 500 gram sabu-sabu dan divonis 3 tahun dan 4 bulan.


Tak lama setelah menghirup udara bebas, Freddy kembali berurusan dengan aparat pada Tahun 2011. Freddy kedapatan memiliki ratusan gram sabu dan bahan-bahan untuk pembuatan inex.


Namun Freddy tetap tak jera. Si raja narkoba ini diketahui menjadi terpidana 18 tahun karena kasus narkoba di Sumatera dan menjalani masa tahanannya di LP Cipinang.


Freddy kendalikan bisnis narkoba dari sel


Saat berada di LP Cipinang, Freddy Budiman ternyata tetap menjalankan bisnis haramnya. Dengan bermodalkan Handphone, Freddy tetap bisa melakukan bisnisnya.


Namun tak lama BNN mengendus bisnis busuk ini. Pada bulan Mei 2012 lalu, BNN membongkar paket ekstasi sebanyak 1.412.476 butir. Lucunya paket barang haram asal China itu ditujukan ke Institusi Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. Ekstasi yang dikirim melalui jalur laut ini berasal dari pelabuhan Lianyungan, Shenzhen, China dengan tujuan Jakarta.


Hasil penyelidikan BNN terungkap bahwa paket ekstasi tersebut berangkat dari China pada tanggal 28 April dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada 8 Mei 2012. Paket ekstasi dibungkus dalam paket teh China dalam 12 kardus cokelat tanpa identitas.


Dalam kasus tersebut, BNN mengamankan delapan orang tersangka yang salah satunya adalah anggota TNI berinisial S. Dari pengembangan kasus, BNN menemukan bahwa pengiriman paket ekstasi ini digerakkan oleh tiga napi di LP Cipinang. Salah satunya, Freddy Budiman.


Pada Maret 2013, Mabes Polri kembali membongkar kasus kakap narkoba yang melibatkan jaringan Belanda. Dari hasil pengembangan, Freddy lagi-lagi terlibat dalam kasus ini.


Saat itu Polisi membongkar pengiriman 400 ribu ekstasi yang dimasukkan dalam 4 kompresor. Polisi menggerebek para pelaku ketika sedang bertransaksi di Jalan Kembang Sepatu, Senen, Jakarta Pusat, Senin, 11 Maret 2013.


Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan 9 orang. Dan lagi-lagi mereka menyebut bahwa barang haram itu rencananya akan dikirim kepada Freddy.


Vonis mati dan pesta seks di LP Cipinang


Dengan melihat banyaknya kasus, Freddy diganjar vonis mati pada 15 Juli lalu oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Barat dan membayar uang denda Rp10 miliar. Namun tetap saja tak membuat Freddy jera.


Seorang model majalah dewasa, Vanny Rossyane membuat pengakuan mengejutkan. Secara blak-blakan, mengaku kerap berhubungan seks dan memakai narkoba di dalam LP Narkotika Cipinang selama menjenguk Freddy sejak 2012. Vanny mengklaim, salah satu ruangan yang dia pakai untuk pesta seks dan sabu itu adalah ruangan kalapas yang saat itu dijabat Thurman Hutapea.


Skandal ini pun kemudian menjadi perbincangan. Vanny pun tak asal ngomong, dia memamerkan foto-foto sebagai bukti.


Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin pun langsung mencopot Thurman. Bahkan Amir juga menyerahkan kasus tersebut ke kepolisian agar diusut.


Sadar bahwa LP Cipinang bukan penjara tetapi surga, Menkum HAM lalu memindahkan Freddy ke LP Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Namun si raja narkoba ini pun kembali membuat geger. Freddy ketahuan membawa 3 paket sabu dan 3 sim card. Freddy seolah sudah menyiapkan rencana baru di LP Nusakambangan.


Lalu apakah petualangan Freddy dalam bisnis narkoba akan tetap dia lakukan di Nusakambangan?


Sumber: Merdeka.com


0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    568 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    2.322 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    115 respon

Total Respon: 3.005
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft