Merdeka Peristiwa News Feed
Updated: Wed, 23 Jan 2013 18:00:10 GMT | By Merdeka Peristiwa News Feed

Cegah banjir, Pemkot Medan bakal gusur ratusan rumah nelayan



Berita Satu


MERDEKA.COM,


Pemerintah Kota Medan berencana menggusur 250 rumah nelayan di bantaran Sungai Deli di Kelurahan Labuhan Deli, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara. Hal itu dilakukan buat pelebaran Daerah Aliran Sungai guna mencegah banjir.


Menurut salah seorang nelayan tradisional di Kelurahan Labuhan Deli, Teguh (57 tahun), rencana penggusuran rumah-rumah nelayan sederhana itu sudah lama disampaikan pihak Kelurahan dan Kecamatan.


Namun, menurut Teguh, para nelayan yang berdomisili di pinggiran bantaran Sungai Deli itu menganggap ancaman penggusuran itu biasa saja. Menurut dia, para nelayan tidak terlalu terkejut.


"Karena memang diakui mendirikan bangunan di pinggiran Sungai Deli itu dilarang pemerintah, karena termasuk kawasan jalur hijau," kata Teguh, seperti dilansir dari Lembaga Kantor Berita Antara, Minggu (20/1).


Teguh memahami penggusuran itu juga bertujuan menghindarkan warga nelayan dari bencana banjir. Hal itu karena Sungai Deli kerap meluap jika hujan turun lebat.


Teguh mengatakan langkah penggusuran dari Pemerintah Kota Medan itu sangat baik. Tetapi, menurut dia, pemerintah perlu memikirkan nasib nelayan yang sudah menempati bantaran sungai itu lebih dari sepuluh tahun.


"Pemerintah perlu bijaksana dan jangan hanya main gusur saja. Mereka harus memperhatikan nasib warga nelayan yang hidup miskin dan susah itu," ujar Teguh.


Teguh mengatakan, nelayan yang pendapatannya tidak seberapa itu memilih tinggal di bantaran sungai karena tidak ada biaya untuk menyewa rumah. Dia melanjutkan, jika rumah para nelayan itu jadi digusur, mereka bingung harus tinggal di mana. Apalagi rata-rata sudah memiliki keluarga.


"Kami nelayan tidak sanggup menyewa rumah, dan biarlah para nelayan itu nantinya tinggal di sembarang tempat nantinya atau menumpang di kantor Kantor Kelurahan dan Kecamatan," lanjut Teguh.


Menurut Teguh, tahun lalu pihak Kelurahan Labuhan Deli telah lima kali melayangkan surat pada nelayan agar segera pindah. Dia mengatakan sebagian warga merasa was-was apabila tiba-tiba pemerintah menggusur mereka.


"Ini juga menjadi beban pikiran bagi kami dan membuat sulit tidur. Sebagian rumah nelayan di pinggiran Sungai Deli di Titi Papan sudah banyak yang dikosongkan," ucap Teguh.


Nelayan yang berada di pesisir kota Medan bagian utara itu, tercatat sebanyak sebelas ribu. Sekitar 60 persen di antaranya adalah nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil untuk menangkap ikan, sedangkan sisanya adalah nelayan modern yang menangkap ikan menggunakan kapal bermotor.


Sumber: Merdeka.com


0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    755 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    3.148 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    171 respon

Total Respon: 4.074
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft