Merdeka Jakarta News Feed
Updated: Tue, 02 Apr 2013 11:34:27 GMT | By Merdeka Jakarta News Feed

3 Remaja menggarong pakai celurit, gobang, dan samurai



Berita Satu

MERDEKA.COM,

Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Semarang membekuk tiga remaja pelaku tindak kejahatan perampasan dan tidak segan melukai korbannya.

"Ketiga remaja yang kami bekuk dan beralamat di wilayah Semarang Utara itu masing-masing berinisial ZA (17), ND (16), dan VA (15)," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan. Demikian dilansir dari Antara, Senin (1/4).

Barang bukti yang diamankan dari para remaja tersangka perampasan itu berupa sebuah senjata tajam jenis celurit, dua unit sepeda motor, yakni Honda Mega Pro dan Yamaha Vega, telepon seluler merek BlackBerry, serta merek Samsung.

Elan menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara terhadap para tersangka, ketiga remaja yang dua di antaranya masih tercatat sebagai pelajar SMP dan SMK itu telah melakukan perampasan di sembilan tempat kejadian perkara di Kota Semarang.

Menurut dia, komplotan remaja pelaku perampasan itu selalu beraksi antara pukul 00.00 WIB dan pukul 03.00 WIB bersama enam rekannya yang masih buron dan mengendarai empat sepeda motor.

"Para remaja ini juga selalu membawa berbagai jenis senjata tajam seperti celurit, samurai, dan gobang untuk melukai korban yang menolak saat dipaksa menyerahkan barang berharga," ujarnya didampingi Kasat Reskrim AKBP Harryo Sugihhartono.

Modus kejahatan yang digunakan tiga tersangka perampasan itu adalah dengan memepet korban yang mengendarai sepeda motor saat melintas di jalan yang sepi.

"Para tersangka langsung menyabetkan senjata tajam ke tubuh korban jika korban melakukan perlawanan," katanya.

Kawanan remaja pelaku perampasan itu terakhir beraksi di Jalan Pamularsih Semarang pada hari Minggu (17/3) sekitar pukul 03.00 WIB dengan memperoleh hasil kejahatan berupa uang tunai Rp140 ribu dan dua telepon seluler.

Tersangka ZA mengaku jika barang berharga hasil kejahatan dibagi rata dengan delapan rekannya. "Barang hasil rampasan kami gunakan untuk membeli minuman keras jenis ciu," kata tersangka ZA saat gelar perkara.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

Sumber: Merdeka.com

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.328 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.318 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    904 respon

Total Respon: 9.550
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft