Mon, 13 May 2013 01:45:00 GMT | By Merdeka

Kisah Tragis Korban Mei 98, Terbakar Saat Jarah Gitar Idaman

Leo (55), lelaki paruh baya ini masih mengingat jelas peristiwa pembakaran Yogya Plaza yang menewaskan putra pertamanya.


Kerusuhan Mei 98 (© Tempo)

Lima belas tahun sudah tragedi Mei 1998 berlalu. Kerusuhan dan penjarahan toko-toko terjadi di seluruh penjuru Jakarta. Yogya Plaza yang berada di daerah Klender, Jakarta Timur, menjadi sasaran amuk masa jelang kejatuhan rezim orde baru.

Leo (55), lelaki paruh baya ini masih mengingat jelas peristiwa pembakaran Yogya Plaza yang menewaskan putra pertamanya, Toni yang ketika itu berusia 16 tahun. Leo mengaku tak percaya saat mengetahui sang anak tewas terpanggang.

"Waktu itu, anak saya memang meminta izin untuk melihat ke sana, soalnya banyak tetangga yang pulang membawa hasil jarahan dari sana, dan sudah saya larang tapi dia nekat," ucapnya saat berbincang dengan merdeka.com, Sabtu (11/5) malam.

Leo melanjutkan, khawatir keberadaan putranya saat mengetahui adanya pembakaran pusat perbelanjaan favorit bagi warga Klender itu. Dia pun mendengar kabar bahwa sang anak ikut masuk ke dalam bangunan berlantai enam itu dari salah satu teman Toni yang sempat bertemu sebelum terbakar.

"Temannya bernama Roy bilang, anak saya masuk ke dalam katanya mau ngambil sebuah gitar, karena memang dia senang gitar. Mendengar itu istri saya langsung pingsan," kisahnya.

Pria yang bekerja sebagai sopir taksi ini awalnya masih tidak percaya putranya ikut menjarah. Namun, sehari pasca pembakaran dia mulai meyakini anaknya memang telah menjadi korban. Sebab, Toni tidak kunjung pulang ke rumahnya usai kejadian nahas itu.

"Pagi harinya saya langsung ke Yogya, di sana memang sudah banyak mayat-mayat yang hangus. Di situ saya sudah pasrah," terangnya.

Di hari kedua, Leo terus mencari tahu keberadaan anaknya, dia tetap berharap anaknya masih hidup dan tidak berada di antara tumpukan mayat-mayat. Namun, kabar duka menghampirinya saat itu juga, tim evakuasi menemukan jenazah putranya yang tengah memeluk sebuah benda, yaitu gitar.

"Saat itu badan lemas, saya melihat jenazah anak saya memeluk gitar yang memang sudah hangus sebagian. Saya tahu itu anak saya, dari baju biru bertuliskan nama sekolah yang dipakai saat terakhir bertemu. Itu ada sebagian yang tidak terbakar," kenangnya dengan wajah sedih.

Kini Yogya Plaza telah dibangun kembali dan bernama Mall Citra Klender. Seminggu setelah pembakaran, cerita mistis pun sering menjadi pembicaraan masyarakat sekitar terkait peristiwa yang menewaskan ratusan orang ini. Bahkan saat peresmian Mall Citra Klender, acara doa bersama (tahlilan) pun di adakan besar-besaran dengan memotong satu ekor kerbau sebagai syarat mengusir mahluk halus pada saat itu.
 
[tyo]

9Komentar
13 Mei, 2013 06:31
avatar
KITA BERDOSA KALAU MENGAMBIL HARTA ORANG LAIN TANPA IZINNYA WALAUPUN ORANG  ITU BERBEDA AGAMA DENGAN KITA. DOSA KITA ITU BISA DIAZAB TUHAN DIDUNIA DAN BISA DI AKHIRAT. DIDUNIA CONTOHNYA KITA BISA MATI TERBAKAR.
13 Mei, 2013 09:10
avatar
Siapa yang korban siapa yang penjarah ya? Kok gw bingung.
13 Mei, 2013 10:04
avatar
Menjarah kok dibilang korban.....supaya masuk sorga kaleeee...!!!!!!!!!
13 Mei, 2013 07:39
avatar

PADA WAKTU ITU... APARAT SANGAT TEGAS... AMPUH... PASTI....

SEKARANG ... APARAT LOYO.... APABILA TERJADI SEPERTI DULU....

KORBAN AKAN....JAUH LEBIH BANYAK.....

13 Mei, 2013 13:16
avatar
masih banyak cerita yanh lebih menyedihkan yaitu para korban yang benar benar korban. ini yg bikin artikel bodoh benar.
13 Mei, 2013 13:35
avatar
...MAKA-NYA, JANGAN NGAMBIL MILIK ORANG LAIN...!!!! MALING KOK DI BILANG KORBAN ?????
13 Mei, 2013 08:37
avatar
kita berharap ada perubahan yang nyata dan jangan cuma janji - janji dansekali lagi janji ,memang untuk memulihkan ngak semudah membalik sebuah telapak tangan akan tetapi kalau bisa kita awali dari diri kita masing2 yang bersangkuta , apa mau di bawa kemana negara ini .
13 Mei, 2013 10:51
avatar
maksudna dia sudah ijin ortu untuk pergi menjarah,tapi tuhan berkehendak lain.
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.384 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    6.281 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    326 respon

Total Respon: 7.991
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft