JPNN
Updated: Fri, 01 Mar 2013 16:17:00 GMT | By JPNN

Waspada, Puting Beliung Mengancam



JPNN
SOREANG-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mewanti-wanti warga untuk menambah kewaspadaannya terhadap bahaya angin kencang atau angin puting beliung.

Angin kencang yang terjadi saat ini diperkirakan masih akan terjadi hingga beberapa pekan hingga beberapa bulan kedepan. Kepala BPBD Kabupaten Bandung Marlan mengatakan, perubahan iklim sudah mulai terlihat saat ini. Bahaya angin puting beliung harus diwaspadai.

"Hal ini disebabkan siklon di utara Australia berpengaruh ke iklim di bagian selatan Jawa. Akan terjadi angin cukup kencang atau angin puting beliung di wilayah Kabupaten Bandung dengan hujan intensitas ringan. Jadi, sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sebaiknya kita mewaspadainya,” kata Marlan, Kamis (28/2).

Marlan menyebutkan daerah waspada bahaya angin kencang ini, antara lain Soreang, Banjaran, Baleendah, Bojongsoang, Majalaya, Ciparay dan Rancaekek."Selain itu, warga yang tinggal di dataran tinggi juga harus selalu waspada, diantaranya Rancabali, Ciwidey, Pasir Jambu, Kutawaringin," sebut Marlan.

Marlan menjelaskan, ciri-ciri terjadinya angin puting beliung adalah suhu udara awal yang terasa panas dan awan pun cenderung sumuk, berubah menjadi abu-abu dan menjadi hitam pekat dan terjadi angin besar atau puting beliung. Seperti diketahui, angin kencang dalam beberapa hari terakhir terus menerjang wilayah Bandung dan sekitarnya, termasuk Kabupaten Bandung. (try)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.387 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.489 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    928 respon

Total Respon: 9.804
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft