JPNN
Updated: Sun, 07 Apr 2013 12:23:00 GMT | By JPNN

Wagub Aceh: Bulan Bintang Tetap Bendera Aceh



JPNN
MEDAN - Walau tak mengabaikan peringatan dari pemerintahan RI, namun bagi Pemerintahan Provinsi Aceh, Bulan Bintang dan Singa-Buraq, tetap merupakan bendera dan lambang dari masyarakat Aceh.

“Bagi kita, Provinsi Aceh lain dengan provinsi lain. Ini juga semangat perdamaian MoU Helsinki. Bagi kita, bulan bintang dan singa buraq tetap merupakan bendera dan lambang Aceh,” tandas Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf kepada wartawan usai acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Kantor Perwakilan Aceh Jalan Patimura, Medan, Sabtu (6/4).

Ditegaskanya, masalah bendera dan lambang telah lama dibahas dan kemudian menjadi kesepakatan seluruh rakyat Aceh melalui persetujuan yang ditetapkan oleh DPRA dalam sidang paripurna.

“Melalui sidang paripurna DPRA dan penetapan Gubernur ini sudah final dan tidak ada sangkut-menyangkut lagi dengan UU Indonesia karena itu kan hak spesial bagi rakyat Aceh,” tukas Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem ini.

Mengenai peringatan diberikan oleh pemerintahan RI, Mualem yang juga merupakan Ketua Umum Partai Aceh mengatakan, pihaknya akan melakukan pembicaraan dan berusaha duduk bersama membahas masalah ini.

“Peringatan ini sah-sah saja, namun masalah ini kan kembali saya katakan, ini sudah merupakan paripurna perwakilan rakyat Aceh di DPRA,” tandas Mualem lagi.

Terkait adanya penolakan beberapa daerah pihak menurutnya, mereka yang menolak merupakan segelintir orang saja dan dibiayai oleh orang-orang tertentu. “Mereka bukan orang-orang Aceh, mereka di luar Aceh.”

Tentang masyarakat dataran tinggi Gayo yang tetap menolak dan akan mendirikan provinsi sendiri bila tetap disahkannya lambang dan bendera bulan bintang, Mualem menyerahkan mereka itu untuk melaksanakan niatnya. Ditegaskan lagi, lambang dan bendera Aceh telah menjadi ketetapan rakyat melalui persetujuan mereka di DPRA.

Kembali Mualem mengatakan, Bendera Aceh Bulan Bintang dan Lambang Singa Buraq merupakan hasil perjuangan seluruh rakyat Aceh dulunya dalam menuntut kemerdekaan.

“Itulah hasil perjuangan jatuhnya korban dalam menuntut kemerdekaan dulu. Jadi tidak ada yang negatif. Kalau kemudian masyarakat mengibarkannya, itu hal emosionil terkait perjuangan mereka dulunya,” pungkasnya. (min)

6Komentar
8 Apr, 2013 12:46
avatar
sebetulnya aceh mayoritas cinta Indonesia, ini hanya ada orang-orang yg dari dulu ingin menjadi raja dan hidup dimasa lalu yg selalu merasa mereka memiliki hak jadi raja di daerah Aceh. memang orang-orang tersebut selalu berteriak-teriak kemerdekaan, perjuangan dll tapi yg mereka perdulikan sebetulnya hanya kantong mereka sendiri.

lihat skng ketika mereka menjadi pemimpin disana, apa yg mereka telah lakukan terhadap Aceh selain bikin masalah-masalah yg sebetulnya engga PENTING?. kalo mereka betul-betul perduli akan Aceh, bangun Aceh tanpa harus jadi Gubernur dan petinggi-petingginya tanpa harus pake bendera2 GAM lah. ada daerah yg keberatan pun solusi mereka adalah silahkan bikin provinsi sendiri..ckckck itukah yg Rakyak Aceh cari dari seorang pemimpin?

Rakayt Aceh lihatlah  TIMTIM, jadi apa mrk skng? apa itu yg kalian mau dgn mendukung orng2 ini? mau main ke Medan aja harus pakai passport? kalian bukan merdeka tapi hanya membuat diri kalian seperti katak dalam tempurung.
 
8 Apr, 2013 12:36
avatar
Tsunami adalah bukti bahwa Allah tidak merestui adanya GAM. Mau bencana seberapa besar lagi menimpa Aceh sebelum sadar2 juga?
8 Apr, 2013 09:57
avatar
Makanya mending lepas aja si Aceh dari Indonesia.
13 Apr, 2013 09:03
avatar
Kemerdekaan mengemukakan pendapat.   Tapi apa solusinya ?
8 Apr, 2013 13:27
avatar
Tsunami aceh bkn berarti Allah mengazab Aceh! Jika musibah datang bkn bearti itu azab, bs berarti itu cobaan karena hidup gak selamanya lancar. Kalo memang Indonesia gak bs urus aceh, papua dan daerah terpencil, cuma bs korupsi dan urus pemerintah pusat maka jgn salahkan daerah2 yg terkucilkan minta merdeka/lepas dr Indonesia!! Seharusnya pemerintah pusat perduli daerah terkucilkan/ujung pulau, Kalau memang gak sayang/mau urus yasudah jgn nanti sewot jiga mereka pergi dan mereka urus sendiri.Pikir pake otak!!! Luh mau gabung sama Indonesia kalau cuma sengsara. Jgn liat pake kacamata tempat luh tinggal(missal Jakarta) yg enak... coba luh pake kacamata papua/aceh pasti luh nangis mnta hal yg sama untuk merdeka
8 Apr, 2013 11:57
avatar
Sebuah sikap yang meu '' ANEUK AGAM ''
Dari seorang wakiL Gubernur. Bintang Bulan
bukanlah Bendera Kedaulatan,...!!!
HargaiLah KEBERADAAN ACEH
Wahai pemerintah RI.
Dan HargaiLah DAMAI yg sdh di sepakati
di Helsinki ( MOU )
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.212 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    887 respon

Total Respon: 9.391
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft