JPNN
Updated: Mon, 13 May 2013 07:55:00 GMT | By JPNN

Usakti Bantu Orang Tua Korban Tragedi 12 Mei



JPNN
JAKARTA - Universitas Trisakti (Usakti) membantu orang tua korban tragedi 12 Mei 1998. Pemberian bantuan berupa rumah ini disertai dengan dengan peringatan meninggalnya Elang Mulia Lesmana, Heri Hertanto, Hafidin Royan, dan Hendriawan Sie ketika gerakan reformasi pecah yang ditandai dengan jatunya rezim Soeharto.

Rektor Universitas Trisakti Thobi Muthis mengatakan setiap orang tua korban mendapatkan masing-masing satu unit rumah. Letaknya di daerah Nagrak, Sukaraja, Bogor.

“Ini merupakan buah tangan dari kami, karena para pahlawan reformasi tersebut telah menjadi martir demi terciptanya era reformasi, Kita harapkan agar reformasi ini menghasilkan kebajikan yang lebih baik bagi rakyatnya,” kata Thobi Muthis di Kampus A Universitas Trisakti, Jakarta (12/5).

Dalam acara peringatan yang di awali dengan pengibaran bendera setengah tiang dihadiri Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam dan ratusan civitas akademika Trisakti yang terdiri dari para dosen, karyawan, pengurus/fungsionaris organisasi mahasiswa ini, orang tua dari korban Tragedi Trisakti juga mendapatkan masing-masing dana sebesar 15 juta rupiah dari Ikatan Alumni Universitas Trisakti.

Wakil Ketua Umum I Ikatan Alumni Universitas Trisakti Bahder Irianto Sitepu menyebutkan bahwa dana tersebut adalah hasil dari beberapa event yang diadakan oleh Ikatan Alumni, “Ini merupakan bentuk partisipasi dan ungkapan tali hati pada keluarga korban tragedi 1998 silam, bantuan ini bukan yang pertama dan terakhir, kami telah berkomitmen untuk terus memperhatikan keluarga korban tragedi tersebut, terutama terhadap kesejahteraannya," katanya.


Ibunda Elang Mulia Lesmana, Hira Teti mengungkapkan rasa bersyukurnya dengan perhatian yang diberikan oleh Usakti. Kata dua, Rektor Usakti yang sangat bijak dan begitu perhatian terhadap dirinya walaupun kasus ini belum tuntas dari pemerintah,

“Jika ditanya harapan, terlalu hampa rasanya, karena pemerintah tidak juga menyelesaikan kasus ini dari tahun ke tahun, kami hanya berpegang kepada Trisakti yang selalu mensuport kami dalam segala hal, terutama pak Rektor,” ujarnya.

Seskab Dipo Alam yang hadir mewakili pemerintah, menyampaikan pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenai penghormatan serta rasa bangga kepada keluarga besar pahlawan reformasi. Presiden SBY sendiri telah menganugerahi keempat mahasiswa Trisakti yang gugur dengan gelar Pahlawan Reformasi.

“Saya menyampaikan kepada keluarga pejuang reformasi, bahwa Saya menyampaikan salam dari Bapak Presiden dan Ibu Negara. Yg paling penting adalah kita tidak boleh lupa perjuangan mereka yg membawa indonesia menikmati demokrasi dan reformasi ini,” pungkasnya. (awa/jpnn)

1Komentar
13 Mei, 2013 17:54
avatar

GIMANA KALO... DIBERI KOMPENSASI... HARTA SENILAI.. Rp. 1 TRILIUN TIAP KORBAN..

BERUPA BBM.... TAPI TOLONG NGEBOR SENDIRI.... GIMANA ???

UANG NEGARA HABIS... DIRAMPOK PARTAI... DICIAK DPR... DIGARONG  APARAT...

NEGARA PUNYA NYA YA ITU..... TAPI NGEBOR RO ..SENDIRI ....  GIMANA ????

Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    338 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    1.403 respon
  3.  
    3 %
    Tidak tahu
    54 respon

Total Respon: 1.795
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft