JPNN
Updated: Thu, 01 Aug 2013 14:55:00 GMT | By JPNN

Tiga Anggota KPU Jatim Dikembalikan Haknya



JPNN
JAKARTA -- Ketua Komisi Pemilihan Umum, Husni Kamil Malik, menegaskan, setelah supervisi untuk membangun soliditas di internal KPU Jawa Timur dilakukan, maka tiga Komisioner yang diberhentikan sementara akan dikembalikan lagi kewenangannya.

KPU memberhentikan sementara tiga Komisioner KPU Jatim, Agus Machfud Fauzi, Agung Nugroho dan Nadjib Hamid.

"Setelah melakukan hal itu maka kami akan mengembalikan kedudukan tiga orang Anggota KPU Jatim, yang mendapat sanksi pemberhentian sementara," ujarnya dalam konfrensi pers, di Kantor KPU, di Jakarta, Rabu (31/7), malam.

Soal waktu, Husni menyatakan, akan dilakukan secepatnya. Kemungkinan, ia melanjutkan, akan dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri 1434 Hijriah. "Mungkin setelah lebaran. Kami akan memanggil sebagian Komisioner itu besok, dan sebagian lagi ditemui di Surabaya," terang Husni.

Dia menyatakan, ketika dikembalikan, maka kewenangan yang dimiliki sebelumnya akan berjalan normal. "Dan pengambilalihan dinyatakan berakhir," paparnya.

Menurut Husni, kewenangan itu selanjutnya dilimpahkan ke KPU Jatim. "Dan mereka yang akan menyelenggarakan tahapan-tahapan yang tersisa," tuntasnya, didampingi empat Komisioner KPU lainnya.

Seperti diketahui, KPU menggelar rapat pleno terkait keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, soal kisruh penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur, Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawireja. (boy/jpnn)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.328 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.318 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    904 respon

Total Respon: 9.550
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft