
Informasi yang dihimpun, sebelum kejadian, Muhidin sedang berada di satu posko FBR bersama beberapa warga. Tiba-tiba, sekelompok massa menggunakan motor yang jumlahnya sekitar 50 orang menyerang posko tersebut. Sayang bagi
Muhidin, dirinya terlambat menyelamatkan diri. Dia tewas dengan sejumlah luka bacok. Muhidin sempat dilarikan ke RS Primeir Bintaro dan selanjutnya dibawa ke RSU Tangerang untuk otopsi. Kelompok penyerang pergi setelah Muhidin terkapar bersimbah darah.
Berselang satu jam, massa yang tidak terima Muhidin tewas, berkumpul di lokasi pembantaian. Mereka bergerak ke beberapa titik melakukan sweeping dan merusak pos Security Emerald, membakar posko salah satu ormas di Jalan Graha Raya Bintaro. Massa yang marah juga merusak rumah beberapa tokoh organisasi massa yang diduga bertanggung jawab atas kematian Muhidin di wilayah Pondok Aren.
Yang pertama menjadi sasaran adalah rumah pentolan PP yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang, Karnadi, yang berlokasi di Jalan Pajak Terusan RT 06/03, Kelurahan Cipadu Jaya, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang. Sekitar pukul 02.30, rumahnya diserang. Akibatnya, dua unit mobil yakni Suzuki Escudo B 1236 KM, sedan Volvo B 735 JJ serta satu unit motor merek Kaisar B 3201 NUH yang diparkir di belakangan rumah dibakar.
Awalnya, puluhan pria yang mengenakan pakaian hitam-hitam menenteng senjata tajam langsung melakukan pengrusakan dan pembakaran secara membabi buta. Untungnya, Karnadi dan keluarganya tidak ada yang terluka.
Karnadi yang ditemui wartawan mengaku awalnya tidak tahu kalau kediamannya didatangi sekitar 200 orang anggota ormas. Saya habis dikerok oleh istri karena kurang enak badan, sebelumnya saya sempat berobat ke dokter. Saya tahu ada kejadian ini setelah dibangunkan istri dan mengira rumah terbakar karena api ada di mana-mana, terang politisi yang juga Ketua I Pemuda Pancasila Kota Tangerang itu.
Setelah bangun dari tempat tempat tidur, beberapa petugas polisi dengan mobil patroli mengevakuasi dirinya dengan membawa ke depan rumahnya. Saya ditarik dan diminta naik mobil patroli. Karena tak mengenakan baju, cuma sarung, saya diberikan jaket oleh seorang polisi itu, ucap Karnadi. Dia baru mengetahui rumahnya diserang kelompok massa dari ormas, saat ada di dalam mobil patroli polisi.
Mobil polisi digebrak-gebrak oleh puluhan pemuda dari salah satu ormas. Mereka membawa pedang, dan berteriak bunuh, cetusnya. Setelah dievakuasi polisi ke rumah orangtuanya yang tidak jauh dari rumahnya, lantas pukul 03.00 Karnadi kembali ke rumahnya. Saat itu massa sudah bubar. Di halaman belakang rumah itu, Karnadi mendapati dua mobil plus satu motor miliknya ludes terbakar. Kami minta polisi untuk mengusut kasus ini dan diselesaikan secara hukum, tegas Karnadi.
Hingga sore, massa terus melakukan sweeping di wilayah Tangsel. Sementara polisi tidak bisa berbuat apa-apa dan hanya mengawal. Sekitar pukul 16.00, posko salah satu ormas di di Situ Sasak Tinggi, Pamulang dibakar massa.
Informasi yang dihimpun, dua anggota ormas PP mengalami luka bacok saat berada di Jalan WR Supratman, Kampung Utan. Kedua orang yang diketahui warga Pamulang itu dilarikan ke RS Sari Asih, Ciputat.
Saya baru tahu kalau penyerangan ke rumah saya buntut dari penyerangan posko salah satu ormas di Pondok Aren oleh ormas tertentu. Setelah diberitahu kapolres, ungkap juga politisi senior Partai Golkar Kota Tangerang ini.
Sementara itu Kapolsek Ciledug Kompol Maskuri mengatakan tengah memburu para pelaku pengrusakan rumah Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang tersebut. Awalnya dia mengaku polisi sempat berusaha menghadang sekelompok massa agar tidak melakukan pengrusakan, namun jumlah polisi yang tidak seimbang dengan massa penyerang membuat aksi pembakaran itu terjadi. Kami sempat menghadang massa dengan mobil patrol. Tapi jumlah massa lebih banyak, ungkapnya kepada INDOPOS kemarin (27/6).
Guna mengejar para pelaku, polisi membentuk tim gabungan dari Polres Metro Tangerang Kota dan Polsek Ciledug. Saat ditanya motif penyerangan tersebut, Maskuri juga mengaku masih menyelidikinya. Kasus akan jelas motifnya setelah para pelaku ditangkap. Tim gabungan telah disebar untuk menangkap para pelaku pengrusakan rumah wakil rakyat itu, tandasnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany saat ditemui wartawan di pembukaan POPDA VI Banten di Bintaro, Tangsel, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kapolres dan unsur terkait. Kami mengecam aksi dalam bentuk kekerasan. Kami yakin petugas keamanan melakukan tindakan untuk menjaga kondusifitas baik persuasif maupun prefentif. Mari menjaga kondusifitas Tangsel bersama, katanya. (gin/kin)
Berita Lainnya
galeri foto terbaru
plasamsn hari ini
- Aiptu Labora Sitorus Ditangkap
- Tiga Pemicu Disfungsi Ereksi Pria
- Tokoh-tokoh Olahraga Pekan Ini
- Ebi Furai
- Asteroid Raksasa Dekati Bumi 31 Mei
- Berita Terheboh Sepekan
- Ada Aksi Di Rumah Barbie
- Renault Avantime, Keren Tapi Kurang Sukses
- Marc Marquez Rebut Start Terdepan MotoGP Prancis
- Dada Indah Christina Aguilera
- Penjara Perempuan di Afghanistan
- Gaya Berpakaian di Wave Gothic Festival
- Persona: Bianca Beatrice Darmawan
- Bila Hujan Dipamerkan
- Perayaan Terlalu Cepat untuk Sang Kiper
poling berita
Yakinkah Anda, artis-artis yang menjadi calon anggota legislatif mampu memperbaiki citra DPR?
berita internasional

REPUBLIKA.CO.ID, ROMA -- Tempat ini persis seperti bank pada umumnya. Gedungnya dilengkapi pintu kea...

REPUBLIKA.CO.ID,ABUJA -- Militer Nigeria menerapkan jam malam di belasan wilayah menyusul deklarasi ...

REPUBLIKA.CO.ID, GUANGDONG -- Banjir dan tanah longsor di sembilan provinsi selatan Cina menewaskan ...

REPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Otoritas Israel mulai khawatir dengan pengiriman senjata canggih dari R...

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Komisi Eropa melarang penggunaan botol isi ulang dan mangkok minyak zaitu...

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Politisi Amerika Serikat mempertanyakan privasi pribadi dalam penggun...

REPUBLIKA.CO.ID, KAIRO -- Shabir Abul Futuh, tokoh Jamaah Ikhwanul Muslimin, menegaskan pihak yang m...

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengecam keras...









