JPNN
Updated: Thu, 31 Jan 2013 03:52:00 GMT | By JPNN

Presiden PKS Tersangka Suap Impor Daging



JPNN
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya mengumumkan para tersangka suap hasil operasi tangkap tangan pada Selasa (29/1) malam. Komisi di pimpinan Abraham Samad itu telah menetapkan anggota DPR berinisial LHI sebagai tersangka suap.


Selain LHI, tersangka lain dalam kasus itu adalah sekretaris pribadinya yang berinisial AF. "KPK juga menemukan dua alat bukti yang cukup untuk menyimpulkan AF dan LHI melanggar pasal 12 a atau b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," ucap Juru Bicara KPK Johan Budi di KPK, Rabu (30/1) malam.

Sedangkan dua tersangka penyuapnya adalah Juard Effendi dan Aria Abdi Effendi dari PT Indoguna Utama. "Barang bukti yang kita amankan sekarang ini adalah uang sebanyak Rp 1 miliar yang terdiri dari pecahan 100 ribu," kata Johan.

Dituturkannya, penangkapan dilakukan setelah uang berpindah ke Juard dan Aria ke AF. "Uang ini kita temukan di jok belakang mobil AF dalam tas kresek (kantong plastik, red). KPK juga mengamankan sejumlah buku tabungan," tutur Johan.

Lantas apa motif suap itu? "Konstruksinya, dari perusahaan IU (Indoguna Utama) memberikan uang dari pengurusan proyek impor daging sapi," kata Johan. PT Indoguna Utama yang beralamat di Jalan taruna, Pondok Bambu Jakarta Timur memang bergerak di bidang impor daging sapi.

Johan memang tak mau menyebut nama persis LHI ataupun fraksinya. "Nanti kita telusuri lebih lanjut," kilahnya.

Namun inisial LHI itu merujuk pada nama Luthfi hasan Ishaaq, anggota Komisi I DPR. Luthfi juga dikenal sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sedangkan inisial AF disebut dari nama Ahmad Fathana.

Menurut Johan, kasus itu terungkap karena ada pihak yang melapor ke KPK. "KPK menerima info dari masyarakat bahwa akan ada serah terima uang yang berkaitan dengan proses impor daging," pungkasnya.(ara/jpnn)

8Komentar
31 Jan, 2013 04:30
avatar
Prihatin kita.....sudah ga ada yang bisa diharapkan dari wakil rakyat, cerita  korupsinya ga habis-habis.... Ini lagi.....Katanya partai dakwah,.... partai bersih, selalu tampil dengan atribut agama yang suci,.... memakai baju khas Koko putih ekpresi kesucian dan kebersihan moral, ...tapi koq seperti ini kelakuannya....gak tanggung tanggung,.. Presidennya  yang notabene juga wakil rakyat dijadikan tersangka...
Kita harus memahami Azas praduga tak bersalah.....tapi kalau KPK sebagai institusi yang kredibilitasnya sudah teruji menetapkan Tersangka dengan 2 alat bukti,... pasti masuk ......
Makanya berpolitik itu jangan sok mengatasnamakan kesucian dakwah dan  Agama,...Mengekspresikan diri sebagai partai dakwah dan bersih jangan sekedar untuk tujuan politik di dunia, akibatnya terkesan dan terbukti munafik......munafik....
Sekarang semua bertanya dan mengejek.,...mungkin korupsi itu juga sebagai bagian dari dakwah.......Sudah pasti bukan, .....tapi itu pasti perbuatan orang yang munafik dan tidak bermoral....Akhirnya muncul jawaban pembelaan politik... " itu hanya perbuatan oknum, bukan kebijaksanaan Partai", ....partai kami tetap partai dakwah yang bersih dan  anti korupsi....he..he..he... ente salah pilih Presiden kali....ente tetap manusia, jangan sok  bersih kalau ente maen maen di lumpur,.., ber-Politik harus pinter mengolah lumpur ..karena  ente bisa kotor kesiram lumpur, akhirnya jadi LEMPER...apaan tuh,...makanan yaaa.....he..he..he...  masuk LEMbaga PEmasyaRakatan....
31 Jan, 2013 07:58
avatar
emang iya, gua juga kemaren kerja ama orang berjenggot dan celana cingkrang, mereka selalu menyindir saya sebagai ahli hisab (karena saya perokok berat), tapi ternyata mereka lebih buruk lagi, setiap proyek dan pekerjaan yang di dapat kebanyakan karena hasil suap mereka, dan mereka rupanya tidak segan-segan menghilangkan hak-hak saya dalam hal uang. Munafik, lebih baik ahli hisab daripada ahli suap. Dan lebih baik ahli potong cerutu daripada ahli potong hak orang.
31 Jan, 2013 08:56
avatar
"rakyat membaca"
itulah celakanya orang-orang yang shalat (al-qur'an).
para ahli material itu hanya mengedepankan, penampilan, kesucian menurut mereka tercermin dalam tubuh fisik yang sifatnya diluar, termasuk bacaan-bacaan amalan mereka yang lisan-lisan itu semuanya bersifat diluar (lisan=luar).

padahal yang harus dibersihkan yang didalam, karena Allah memberikan penyakit dan kotoran itu di dalam (fi qullu bihim marrodon), maka yang dibersihkan yang didalam, dan Allah tidak melihat pakaian, jabatan yang semuanya terdapat diluar, Allah hanya melihat yang di dalam, yaitu "hati" jelas ayatnya, semua orang sudah tahu, kenapa sebagain orang masih berlaku demikian, karena mereka tidak mengerti ilmu hati. dimana ilmu ini yang dilihat Allah dan yang di tunggu Allah pada hari kiamat nanti dengan ancamannya.

dalam salah satu ayat, Allah menyaksikan dirinya sewaktu di alam ruh kepada para ruh, dan para ruh bersaksi atas penyaksian itu dan berkata, "benar kami 'menyaksikan' engkau adalah tuhan kami", dan Allah menyambutnya dengan berfirman "yang demikian agar jangan sampai kalian lalai di hari kiamat" bahkan ditambahkan ancaman-Nya "jika lali, maka azab yang teremat pedih menanti" (penggalan ayat itu adalah makna daripadanya).

tidak ada satu ayatpun dalam al-qur'an untuk keselamatan di hari kiamat adalah pakaian yang rapi, bersih, berjenggot sedemikian rupa seperi Rasulullah SAW, seandainya Beliau lahir dan turun di tanah Jawa, saya pikir orang jawa banyak yang kaya, karena blangkongnya laris manis sedunia..hehe.

bahkan even shalatpun justru mendapat ancaman bagi mereka yang tidak meperhatikan hatinya, erat kaitannya dengan ayat penyaksian tadi di atas, bahwa Allah tidak menunggu apapun dari kita, yang Allah lihat dan nantikan dari kita masalah penyaksian kita di alam arwah, apakah akan terus kita pertahankan sampai di hari kiamat...ini secara psikologis berkaitan dengan ingatan kita swaktu di alam arwah, ingat apa? tentu ingat penyaksian dengan Allah, karena itu disetiap semua ayat yang membicarakan tentang amal-ibadah, seperti shalat, zakat, puasa, haji dan wiridan-wiridan seperti bertasbih dan bertahmid, selalu didepannya Allah menempatkan kata-kata dan perintah ingatlah Kepada-Ku (dzikrullah). artinya kalau belum ingat jangan melakukan apapun karena akan sia-sia, inilah yang dimaksud mabuk dan lupa diri dalam shalat.

sehingga orang-orang yang lalai itu, hanya membaguskan bacaan dan penampilan, sikap tindak tanduk, padahal semuanya tidak pernah dapat restu illahi, jadi wajarlah kalau sewaktu-waktu bermain suap, berhianat dan sebagainya...karena mereka tidak memiliki pondasi, mereka hanya membaguskan tiang-tiang agama tanpa pondasi yang kuat. syahadat (penyaksian) mereka hanya lisan suara diluar dan pelan, hati mereka hanya berkata Allah itu begini begitu cara menyaksikannya dengan adanya gunung-gunung, langit dan kebesaran-kebasaran yang lain, atau dengan membayangkan lafal-lafal hurup Allah atau batu kabah. Saya pikir itu bukanlah pekerjaan hati, tetapi pekerjaan alam pikir (otak-akal). Perlu diingat bahwa itu semua adalah makhluk Allah, itu semua adalah ciptaan Allah, jadi yang di saksikan adalah sebatas Ciptaan-Nya, bukan esensi Allah itu sendiri, padahal yang di mau Allah adalah Diri-Nya yang di saksikan, mau tau ayat  untuk menyaksikan Allah di dunia? dan itu baru sebatas teori, mau tau cara prakteknya, bertanyalah kepada ahlinya...wakakakakakk..




31 Jan, 2013 10:16
avatar
haha.........,duit   duit duit  & duit.........banyak setannya....
31 Jan, 2013 13:20
avatar
mendingan di buat aja peraturannya agar partai bisa cari duit jg, skng kan serba salah tuh, memberi sumbangan ke partai boleh tapi ternyata sering pada ditangkepin gara-gara dituduh korupsilah, menyogok jadi orang bingung mau ngasih sumbangan ke partai. kalo ada peraturan atau aturan main yg dilindungi UU kan enak tuh kalo mau nyumbang, engga usah pake kantong kresek segala.

sayangnya bangsa kita adalah bangsa yang MUNAFIK, teriak satu hal, eh melakukan hal itu jg diem-diem. kayak pornografi dilarang, eh kerjanya banyak yg nonton juga...Munafik kan? engga boleh zinah, eh kawin sirih bolak balik dgn alasan mengikuti nabi..cuman engga ada itu yg nikahin nenek-nenek...munafik jg kan?

31 Jan, 2013 08:58
avatar
Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan, bisa bisa kita sendiri yang kena dosanya karena ikut percaya dengan prasangka KPK. Tunggu hasil pembuktiannya baru bisa menghujat..

Terkait tudingan masalah daging impor, yang mengatur quota daging impor adalah Deperindag bukan Mentan. Apa mungkin LHI bisa mengatur Menperindag yg notabene orangnya SBY ?

Dan masalah penyuapan, LHI tidak menerima uang tersebut. Hanya disebutkan uang itu untuk LHI. Sangat tidak adil orang yg mau disuap malah dijadikan tersangka ?. Padahal bisa jadi dia tidak tahu kalau mau disuap.

Hati-hati bro dengan tipu daya politik jangan mudah percaya, bisa jadi ini pengalihan dari kasus kasus besar yang ada selama ini.

Wallahu A'lam
Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.252 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.111 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    877 respon

Total Respon: 9.240
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft