JPNN
Updated: Tue, 21 May 2013 18:00:00 GMT | By JPNN

Para Guru Dukung Dahlan Iskan Jadi Presiden



JPNN
BOGOR - Dukungan terus mengalir untuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan agar maju mencalonkan diri menjadi presiden tahun depan. Mantan dirut PLN ini ternyata telah mengantongi dukungan dari puluhan ribu guru di kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hal itu diungkap oleh Bupati Bogor Rachmad Yasin dalam acara memperingati hari Kebangkitan Nasional di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Selasa (21/5). Acara ini dihadiri sekitar 16 ribu orang guru dari kabupaten Bogor.

"Insya Allah, Pak Dahlan presiden yang akan datang. Saya gak nyangka Pak Dahlan tampilannya biasa, simpel, energik sekali, ternyata umurnya baru 27 tahun," ujar Rachmad sembari melempar canda.

Kemudian Rachmad bertanya pada puluhan ribu guru, apakah mereka menginginkan presiden seperti Dahlan Iskan. "Mau punya presiden yang umur hatinya 27 tahun?," tanya Rachmad.

Sontak seluruh puluhan ribu guru menjawab dengan kompak, "Mauuuuuu," ucap mereka sembari diiringi riuhan tepuk tangan.

"Kalau mau, itulah tadi penampilan dan pemimpin yang selalu dekat dengan rakyat. Siapa namanya?. Insya Allah yang akan jadi calon presiden 2014-2019 siapa namanya?," tanya Rachmad lagi.

"Dahlan Iskan," saut puluhan ribu guru kabupaten Bogor.

Kemudian Rachmad pastikan bahwa Dahlan mendapat dukungan penuh dari seluruh guru di kabupaten Bogor.

"Satu guru rata-rata pegang satu kelas pak, satu kelas rata-rata muridnya 40-50 orang. Belum lagi kalau dikali dengan orangtua mereka, tinggal dikali dua jadi 100 orangtua. Belum lagi pasti mereka (orangtua-red) punya anak lagi, satu keluarga bisa punya anak 3-4 anak. Itu tinggal dikalikan saja pak jumlahnya," papar Rachmad.

"Jadi jangan khawatir, kalau mau konveksi, tenang Pak Dahlan. Kami seluruh kabupaten Bogor dukung Pak Dahlan," terangnya.

Seorang pemimpin yang dekat, kata Rachmad pasti selalu dekat dengan rakyat dan pasti tahu apa kebutuhan rakyat. "Dan itu sudah dimiliki Pak Dahlan saat ini. Kan gak mungkin kami milih pemimpin yang tidak mementingkan keinginan rakyat," pungkas Rachmad. (chi/jpnn)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.970 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.263 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    738 respon

Total Respon: 7.971
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft