JPNN
Updated: Fri, 18 Jan 2013 19:45:00 GMT | By JPNN

Musim Hujan di Jakarta



SAAT ini Jakarta sedang musim hujan. Rumah menawan bernuansa 1960an yang sedang anda tinggali berada di sudut yang tenang di Kebayoran Baru. Beberapa kali dalam setahun, anda merasa sangat mencintai rumah yang sudah anda tinggali. Karena di dalamnya terdapat taman mungil, pohon mangga, tanaman pakis dan bambu. Ini sangat nyaman.

Di seberang jalan, terdapat warung dimana orang-orang menghabiskan waktunya untuk menyempurnakan permainan catur mereka. Rumah ini -juga beberapa rumah disepanjang jalan - memiliki karakter dan jarak yang dekat sekali dari Pacific Place atau ke Caf Potato Head dalam 15 menit saja.

Pada musim kemarau, ketika anda membuka pintu rumah dan menikmati sepoi-sepoi udara sore hari, anda bertanya-tanya bagaimana bisa mewujudkan bagian dari Jakarta yang masih begitu hijau dan nyaman untuk ditinggali?

Namun, di musim hujan segala sesuatu berubah. Sama seperti melihat langit di atas tiba-tiba menjadi gelap dan sungai-sungai atau kanal meluap oleh air hujan, begitu juga suasana hati anda yang berubah.

Mendadak, perpanjangan atap untuk mempercantik rumah justru menjadi sumber masalah yang tiada henti. Singkatnya, anda menyadari bahwa cantik dan berkarakter itu sama artinya dengan kebocoran dan sejumlah masalah lain yang terkait dengan air - masalah yang menjadikan tukang lokal sebagai teman terbaik anda saat ini.

:TERKAIT Saat malam tiba, bukannya memandangi taman kecil dan menikmati bunyi tik-tik tukang bakso keliling, anda justru menghabiskan waktu untuk menatap langit-langit rumah. Pandangan anda tertuju pada perubahan warna dan noda di langit-langit yang menganggu. Anda mengangguk-anggukan kepala. Bagaimana mungkin sebelumnya anda tidak menyadarinya?. Apakah genteng di atas sudah bergeser? Bagaimana keadaan pancuran atap? Akankah ia berpeluang hancur atau roboh di tengah hujan deras yang mengguyur rumah di malam hari?

Anda terus menyimpan nomor hp tukang ledeng yang tak jauh dari jangkauan. Bahkan, anda menelepon dia setiap hari dengan pertanyaan yang umumnya menghasilkan serangkaian perkerjaan perbaikan.

Ketika suatu hari, anda melangkah keluar gerbang dan melihat lebih dekat rumah tetangga, agak mengherankan ada yang mengira anda adalah seorang laki-laki yang terkenal, kemudian ada yang melambaikan tangannya kepada anda dari warung terdekat. Lalu anda bertanya-tanya, mengapa rumah-rumah tetangga tidak mengalami dampak dari hujan?

Mungkin, kebanyakan dari rumah yang ada di sekitar anda telah dirobohkan dan dibangun kembali. Rumah mereka seperti menara yang menjulang ke atas dari tempat tinggal anda yang hanya satu lantai. Pada kenyataannya, mereka ini sungguh luar biasa, tetap menggunakan AC pada bangunan besar dengan jendela yang muncul hampir tak pernah dibuka

Aha: lingkungan yang dikendalikan! Ketika hujan turun, orang-orang yang ada di rumah-rumah besar ini tinggal menaikkan suhu pendingin udara selagi pembantu di rumah sibuk mengepel dan mengeluarkan air yang masuk ke dalam.

Namun, anda jauh lebih beruntung daripada jutaan warga Jakarta lainnya, sebab anda bertempat tinggal yang tak jauh dari pusat kota. Disamping karena Kebayoran Baru terletak di kontur tanah yang agak tinggi. Di Jakarta, berada beberapa meter di kontur tanah agak tinggi cukup menyelamatkan anda dari bahaya terendam banjir.

Hal menarik lain yang mulai terjadi pada saat musim hujan adalah bagimana anda melihat langit sebelum bepergian kemanapun. Mengantisipasi cuaca menjadi sifat alamiah kedua.

Jika langit mula-mula menjadi gelap dan itu hanya di pertengahan hari, maka ambillah risiko dan bepergianlah sewajarnya anda bepergian di musim kemarau.

Namun, jika hari sudah sore dan anda berncana untuk pergi ke suatu tempat yang sedikit lebih jauh, anda harus tahu jika anda akan menamatkan beberapa jam hanya untuk di jalan, atau menambah ekstra waktu 30-45 menit di setiap jarak tempuh yang biasa diambil.

Betapa waktu berjalan sangat lambat ketika musim hujan tiba. Benar-benar elastis seperti jam karet, yang memaksa anda untuk belajar nilai kesabaran. Pada awalnya, anda khawatir terlambat mencapai tempat tujuan, tapi setelah beberapa saat anda mengerti tidak ada gunanya kekhawatiran itu, karena orang lain juga berada dalam situasi yang sama. Selain itu, ketika lalu lintas benar-benar macet, berada di atas Toyota Innova jauh lebih praktis dan nyaman daripada sedan mewah yang ceper.

Apalagi jika anda mempunyai sopir, maka anda bisa tidur-tiduran, menonton YouTube (Bunga Citra Lestari dan Rossa adalah pilihan yang cukup lembut dan manis untuk meringankan ketegangan) atau menyelesaikan pekerjaan dengan tergesa-gesa - seperti saya sekarang, sedang menulis kolom sebelum dikejar deadline

Selamat Menyambut Musim Hujan! [***]

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.904 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.053 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    708 respon

Total Respon: 7.665
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft