JPNN
Updated: Sun, 11 Nov 2012 12:20:00 GMT | By JPNN

Menunggu Penetapan 1 Muharram 1434 H



JPNN

JAKARTA - Pekan depan umat muslim merayakan tahun baru 1 Muharram 1434 H. Pemerintah optimisi tahun baru kalender hijriyah itu bakal serentak pada Kamis, 15 November. Kementerian Agama (Kemenag) menghimbau perayaan ini dijadikan momentum refleksi bangsa.

Penetapan 1 Muhammar 1433 H tahun lalu sempat tidak kompak antara Muhammadiyah dengan pemerintah. Untuk tahun baru hijriyah pekan depan, kami optimis serentak. Jika memang nanti berbeda, tidak perlu dibesar-besarkan, tutur Direktur Jenderal Pembinaan Masyarakat (Dirjen Bimas) Islam Kemenag Abdul Jamil kemarin (10/11).

Mantan rektor IAIN Walisongo Semarang itu menuturkan, pemerintah sudah menetapkan akan menggelar rukyah untuk menetapkan jatuhnya 1 Muharram 1434 H. Rukyah ini akan dilaksanakan Rabu petang (14/11) setelah matahari terbenam. Kepastian 1 Muharram masih menunggu hasil rukyah itu.

Namun secara non formal pemerintah sudah menetapkan jika 1 Muharram jatuh pada 15 November. Ini terbukti dengan penentuan perayaan tahun baru Islam yang akan dipusatkan di masjid Istiqlal, Jakarta pada 15 November. Kita sudah menunjuk Habib Munzir sebagai pemimpin acara. Nanti juga ada zikir massal 5.000 orang, tutur Jamil.

Dia menghimbau kepada seluruh masyrakat yang ingin merayakan tahun baru hijriyah ini. Tidak perlu sampai hiruk pikuk seperti perayaan tahun baru 1 Januari. Tetapi yang lebih penting refleksi diri apa kesalahan setahun ke belakang, katanya.

Menurut Jamil, saat ini jarang sekali ada masyarakat khususnya umat Islam yang berinisatif mengoreksi perilakunya setahun terakhir. Selanjutnya berjanji diperbaiki untuk tahun berikutnya. Jamil meminta tahun baru 1 Muharram 1434 H ini menjadi momentum perubahan.

Dia tidak ingin ada lagi pertikaian antara umat muslim di Indonesia untuk tahun depan. Selain itu juga pertikaian antar umat beragama yang baru-baru ini marak terjadi. Jamil juga mengatakan dengan refleksi yang benar seharusnya tahun depan tidak ada lagi umat Islam yang tersangkut korupsi. (wan)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.340 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.372 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    911 respon

Total Respon: 9.623
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft