JPNN
Updated: Mon, 25 Nov 2013 17:36:00 GMT | By JPNN

KPK Periksa Sekjen ESDM



JPNN
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Waryono Karno dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang pengurusan kegiatan di Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Senin (25/11).

Waryono tiba di kantor KPK sekitar pukul 08.30 WIB. Ia menyatakan diperiksa sebagai saksi untuk mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

"Saya datang untuk diperiksa untuk RR (Rudi Rubiandini)," kata Waryono di KPK, Jakarta, Senin (24/11). Kemudian ia langsung masuk ke ruang steril lembaga yang dipimpin Abraham Samad itu.

KPK pernah menggeledah ruang kerja Waryono pada pertengahan Agustus lalu. Kala itu, lembaga antikorupsi tersebut menemukan uang USD 200 ribu.

KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan kegiatan di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi yakni Rudi Rubiandini, pelatih golf Rudi yang bernama Deviardi alias Ardi, dan Komisaris Komisaris PT Kernel Oil Pte Ltd Simon Gunawan Tanjaya.

Rudi dan Ardi diduga menerima uang USD 900 ribu dan SGD 200 ribu dari Direktur PT Kernel Oil Pte Ltd Singapura, Widodo Ratanachaitong melalui Simon demi memenangkan lelang Fossus Energy Ltd di SKK Migas.

Selain suap, Rudi dan Ardi ditetapkan sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang. Keduanya diduga melanggar Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (gil/jpnn)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    1.280 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    5.714 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    302 respon

Total Respon: 7.296
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft