JPNN
Updated: Fri, 26 Apr 2013 15:23:00 GMT | By JPNN

Kicauan Terakhir Ustaz Uje Ingatkan Kematian



JPNN
JAKARTA - Sebelum meninggal dunia, penceramah kondang Ustaz Jefry Al Buchori tak hentinya memberikan pencerahan. Bukan saja lewat pengajian langsung tapi juga lewat jejaring sosial.

Dalam akun twitternya @jefri_buchori, Uje -sapaan akrab Jefry Al Buchori- terekam menyampaikan pesan sebelum ajal menjemputnya dalam kecelakaan tunggal di Jalan Gedong Hijau 7 Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4) dini hari WIB.

Kicauan terakhir Uje berisi pesan tentang perjalanan terakhir. Kata dia, semua kehidupan akan menemukan titik jenuh dan akan kembali kepada sang Pencipta.

"Pada akhirnya.. Semua akan menemukan yg namanya titik jenuh.. Dan pada saat itu.. Kembali adalah yg terbaik..," seperti inilah kicauan terakhir Uje.. ‏@jefri_buchori yang terekam 13 Mar 2013 pukul 10:35 lalu.

Hingga berita ini diunduh, kicaun ini sekitar 7,579 orang yang me-retweets. Sedangkan 510 orang yang memfavoritkannya.

Sebelumnya, Uje juga melakukan percakapan dengan pemilik akun bernama @Chiboby. Percakapan itu juga memperbincangkan soal musibah.

"Musibah dan pastinya gk ada yg mau, mudah2an bisa jadi pelajaran berharga utk lbh hati2,"

Uje meninggal dunia setelah ngopi bareng dengan kerabanya. Menurut adik Uje, Fajar Sidik, Uje ingin kumpul dengan kerabatnya karena sudah lama tinggal di rumah. Ia memulihkan kesehatannya karena sebelumnya sakit.

"Mau ngopi sambil cari angin," kata Fajar kepada wartawan di rumah duka, Jumat (26/4).

Apakah ini menjadi pertanda bahwa Ustaz yang dikenal penceramah gaul itu dipanggil Tuhan? Wallahu Alam, hanya Allah SWT yang tahu.

Sekitar pukul 21.00 WIB, Uje bersama rombongan lantas bergegas di sebuah cafe di Kemang. Setelah kumpul dengan sahabatnya yang satu komunitas motor gede, Uje kemudian pulang.

Dalam perjalanan pulang, Uje kemudian kehilangan kendali. Motor Kawasaki ER6N bernomor polisi B 3590 SGQ kehilangan kendali. Motor yang dikendarainya menabrak pohon di Jalan Gedong Hijau 7 Pondok Indah, Jakarta Selatan, Jumat (26/4). Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Pondok Indah namun nyawanya tak tertolong. (awa/jpnn)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.210 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    886 respon

Total Respon: 9.388
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft