JPNN
Updated: Sat, 22 Dec 2012 11:29:00 GMT | By JPNN

Jenazah Briptu Ruslan Dimakamkan di Pangkep



JPNN

PANGKEP -- Jenazah Brigadir Polisi Satu (Briptu) Ruslan dimakamkan dengan upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Jumat (21/12). Kepala Kepolisian Resort Pangkep (Kapolres) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Deni Hermana menjadi inspektur upacara pemakaman tersebut.

Sebelumnya jenazah disemayamkan di rumah duka di Kampung Mattoangin, Desa Bontomanai, Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep. Setelah dilakukan upacara pelepasan jenazah di halaman rumah duka, jenasah kemudian disalatkan di Masjid Nurul Jannah yang tak jauh dari rumah duka.

Saat jenazah akan dimasukan ke liang lahat dilakukan penghormatan yang ditandai dengan tembakan salvo. Upacara berlangsung hikmad dan penuh haru dihadiri sejumlah anggota Kepolisian Polres Pangkep, Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid Batara, SE, Kodim Pangkep, unsur muspida serta masyarakat kabupaten Pangkep

Almarhum Briptu Ruslan meninggalkan seorang istri bernama Badriah Abdullah dan dua orang anak yakni Aura Ruslan dan Alicia Aprilia Ruslan. Ruslan merupakan anggota Brimob Polda Sulteng yang tewas pada penembakan oleh kelompok bersenjata di Kabupaten Poso, Kamis, 20 Desember. Pria Kelahiran Pangkep, 17 Juli 1981 tersebut merupakan lulusan Pusdik Brimob Watukosek tahun 2003.

Sebelumnya, isak tangis mewarnai kedatangan jenazah Briptu Ruslan, saat tiba di rumah duka, sekitar pukul 09.30 wita. FAJAR menggambarkan kalau kepergian korban meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Terlihat lautan manusia, tak kurang 100-an orang memenuhi isi rumah, halaman hingga pelataran rumah duka. Bahkan sebagian diantaranya rekan sejawat, teman seangkatan dan sahabat sewaktu masa sekolah yang datang dari luar kota.

Istri korban Badriah Abdullah, berserta kedua orang tua korban tak mampu membendung air mata saat peti jenazah dibuka. Sementara puluhan pelayat terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan bela sungkawa atas kejadian yang menimpa Briptu Ruslan, diantaranya Kapolres Pangkep, AKBP Deni Hermana, Bupati Pangkep, H Syamsuddin A Hamid Batara, SE serta untur muspida di Kabupaten Pangkep.

Jenasah tiba di rumah duka dan langsung disemayamkan di ruang keluarga, sembari menunggu upacara pemakaman dengan cara militer, terang kakak kandung almarhum, Rusli, 33 tahun. Ia mengatakan di mata keluarga almarhum adalah sosok yang baik dan bertanggung jawab kepada keluarga.

Kedua orang tua almarhum, H Surullah dan Hj Halimah, terlihat shock dan lemas ditengah kerumunan warga yang datang. Mereka mengetahui kabar meninggalnya putra mereka dari teman anaknya sesama polisi.

Ruslan merupakan anak ketujuh dari delapan bersaudara. Empat saudaranya, masih sempat mengantarkan jasad Ruslan, dua diantaranya telah lebih dahulu menghadap ilahi, sementara adik bungsu almarhum bernama Sapri tengah menunaikan tugas sebagai prajurit Angkatan Laut di Pangkalan Aru Dobo, Maluku Tenggara.

Menurut keterangan yang diperoleh dari keluarga korban Ruslan tertembak di bagian dahi tembus ke belakang kepala. Hal itupun yang terlihat saat upacara penguburan, kain kafan yang membungkus jasad korban tampak bercak darah di bagian kepala. (dya)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    701 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    2.915 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    159 respon

Total Respon: 3.775
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft