JPNN
Updated: Sat, 20 Oct 2012 15:49:00 GMT | By JPNN

Era Injeksi, Honda Stop Produksi Motor Karburator



JPNN

SURABAYA - Berkomitmen untuk jadi perusahaan ramah lingkungan, PT Astra Honda Motor (AHM) berencana hentikan produksi motor bersistem karburator pada 2014. Mulai kuartal IV 2012, secara bertahap agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Honda tersebut mulai memperkenalkan produk berbasis injeksi pada pasar. Misalnya emlalui launching All New Honda BeAT-FI, seri motor matik yang menjadi tulang punggung penjualan perusahaan dan ditargetkan mampu terjual 120 ribu unit per bulan di Indonesia.

Teknologi motor injeksi sebenarnya bukan barang baru di AHM. Menurut President Direktur PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM) Suwito M, Honda sudah memperkenalkan produk motor injeksi pada 2005. Penambahan model terus dilakukan hingga akhirnya melalui pelucuran All New Honda BeAT-FI, merek sepeda motor asal Jepang tersebut memiliki delapan jenis motor bersistem injeksi.

Respon masyarakat positif terhadap motor injeksi. Meski jika dibandingkan model sama bersistem karburator, model injeksi harganya lebih tinggi sedikit, sebut Suwito saat launching All New Honda BeAT-FI di Surabaya, kemarin. Perbedaan harganya hanya Rp 250 ribu dibandingkan tipe karburator. Sementara banyak kelebihan yang ditawarkan motor motor berteknologi injeksi. Selain ramah lingkungan karena mampu menekan emisi gas buang, juga menghemat bahan bakar. AHM mengklaim konsumsi bahan bakar All New Honda BeAT-FI tercatat 58 kilometer per liter. Atau lebih irit 30 persen dari tipe sebelumnya.

Suwito mencontohkan jumlah antrian pembelian Vario Techno 125 PGM-FI yang menyentuh 10 ribu unit di Jatim. Yang menggambarkan antusiasme konsumen Jatim akan produk ramah lingkungan dan irit. Model lain yang tak kalah populernya adalah Honda Spacy dan Honda Supra X bersistem injeksi yang terlihat melalui penjualan yang makin besar jika dibandingkan dengan model sama bersistem karburator.

All New Honda BeAT-FI juga ditargerkan terjual lebih banyak daripada model lama. Yakni 35 ribu unit per bulan. Sedangkan model BeAT bersistem karburator saat ini memiliki rata-rata penjualan 30 ribu unit per bulan di Jatim.

Pelucuran BeAT yang menggunakan mesin injeksi 110 cc tersebut juga menandai komitmen AHM dalam menyongsong era industri sepeda motor ramah lingkungan. Sebab rencananya mereka akan segera menghentikan produksi model BeAT dengan sistem karburator. Mulai bulan ini, pabrik Honda akan mulai memperbesar produksi BeAT-FI, ujar Suwito. Hingga akhirnya pada 2014, AHM hanya memproduksi motor mesin injeksi.

All New Honda BeAT-FI yang dihargai mulai Rp 12,5 jutaan (on the road Surabaya) mulai bisa dipesan mulai hari ini di 285 dealer Honda di Jatim. Model terbaru tersebut diharapkan bisa mendongrak pennjualan motor MPM yang pada 2012 diperkirakan menembus 71.0683 unit. Naik dari posisi 2011 sebesar 655.813 unit. Per September, penjualan MPM mencapai 533.683 unit, dan 40 persenya disumbangkan model BeAT. (aan)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.212 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    887 respon

Total Respon: 9.391
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft