JPNN
Updated: Sat, 15 Mar 2014 16:19:00 GMT | By JPNN

Dicari SBY, Gubernur Riau Ternyata Pulang Kampung



JPNN
PEKANBARU--Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat kecewa dengan ketidakhadiran Gubernur Riau Anas Maamun, saat menggelar rapat terbatas via teleconference antar daerah kemarin. Saat itu Presiden sempat bertanya keberadaan Anas pada Wagub Riau, Arsyad Juliandi Rachman.

Kekecewaan Presiden pun semakin memuncak, ketika Menko Kesra Agung Laksono yang harusnya ikut rapat terbatas, juga tidak hadir. Menilai penanganan kabut asap di Riau berjalan lamban, baik oleh tim yang sudah dibentuk maupun oleh Pemda, hari ini Presiden memutuskan langsung ke Riau untuk memimpin koordinasi penanganan kabut asap yang sudah menjadi status tanggap darurat bencana.

Lalu di mana sebenarnya Gubernur Riau Anas Maamun? ternyata Gubernur yang baru saja dilantik tersebut sedang berada di Rokan Hilir, kampung halamannya.

Anas yang juga mantan Bupati Rohil, Jumat (14/3) malam kemarin melakukan pertemuan dengan Muspida Rohil untuk membahas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kabupaten ini memang menjadi salah satu penyumbang titik api terbesar di Riau.

Usai pertemuan, Annas langsung meninggalkan Kota Bagansiapi-api. Hal ini dilakukannya berkaitan dengan akan tibanya Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Kota Pekanbaru, yang dijadwalkan hari ini Sabtu (15/3).

‘’Mesti berangkat malam ini (kemarin- red) juga, meninggalkan Rohil,’’ jelas Annas Maamun ketika ditanya berkaitan akan tibanya Presiden RI SBY di Pekanbaru.

Namun kepastian akan berangkat langsung ke Pekanbaru atau tidak, Annas menegaskan masih dipertimbangkan. Karena dirinya akan bertemu Kapolri Jenderal Pol Sutarman.

‘’Saya malam ini berangkat kalau tidak ke Pekanbaru atau ke Kota Dumai. Besok kan Kapolri hadir tengok situasi di Riau. Kalau presiden besok ke Dumai malam ini saya ke Dumai,’’ ujar Gubernur berusia 73 tahun itu.

Sebelumnya, Annas Maamun memimpin langsung pertemuan penanganan karhutla dengan Pemerintah KabupatenRokan Hilir di lantai IV gedung Bupati Rohil, Jalan Merdeka, Bagansiapiapi.

Hadir pada pertemuan itu, Plt Bupati H Suyatno, Sekdakab Wan Amir Firdaus, Kapolres Rohil AKBP Tonny Hermawan R SIK, para kepala dinas, badan, kantor selingkungan pemkab serta camat dan datuk penghulu.

Gubri pada paparannya menyebutkan, kasus karhutla yang terjadi jamak disebabkan oleh ulah oknum pemodal di lapangan. Karena itu untuk antisipasi agar ke depan kasus karhutla tidak terus terjadi secara berulang, dia meminta agar aparat terkait dapat langsung mengambil tindakan tegas bagi pelaku.

Pada kesempatan itu Annas Maamun menilai, persoalan kabut asap sudah berdampak pada kenyamanan, kesehatan, aktivitas perekonomian dan lain sebagainya.

‘’Orang tak jualan kopi lagi, tidak laku, karena asap sudah luar biasa. Belum masalah penyakit,’’ paparnya.(fad)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    799 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.409 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    176 respon

Total Respon: 4.384
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft