JPNN
Updated: Sun, 18 Aug 2013 02:47:00 GMT | By JPNN

Adelana, Gadis Pemalu Bawa Baki Merah Putih



JPNN
JAKARTA - Adelana Tesalonika Riswantyo nama lengkap gadis itu. Oleh teman-temannya di SMA Negeri 4 Kendari, Sulawesi Tenggara, dara 16 tahun akrab disapa Dea.

Kini, namanya ramai diperbicangkan setelah mukanya menghiasi televisi. Ia didaulat membawa baki duplikat Bendera Pusaka pada Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-68 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8).

Dea lahir di Kendari, 9 Juni 1997. Ia menamatkan jenjang pendidikan dasarnya di SDK Pelangi. Kemudian melanjutkan di SMP Frater. Kini, ia duduk di Kelas II IPS SMA Negeri 4 Kota Kendari.

Di lingkungan sekolahnya, ia dikenal pendiam. Menurut Guru SMA Negeri 4 Kendari, Andi Yuliana Rahmadani, Dea juga pemalu.

"Tidak seperti cewek-cewek lainnya. Dia (Dea) itu pemalu dan tak banyak bicara. Anaknya juga sopan," katanya.

Namun siapa sangka, sikap pemalunya itu tidak menghalangi Dea berprestasi di tingkat nasional. Ia terpilih menjadi pembawa baki yang menerima duplikat Bendera Pusaka dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk dikibarkan di Istana Negara, Jakarta. Dea menyisihkan 55 anggota Paskibraka lainnya.

Andi menambahkan Dea memang aktif di Penggerak Bendera (Paskibra) di sekolahnya. Di bawah naungan OSIS, Dea mendapat bimbingan dari purna Paskibra SMA 4 Kendari.

Sebelum terpilih jadi anggota Paskibraka, Dea mengikut seleksi yang ketat. Dari internal sekolah, kabupaten hingga lolos di tingkat provinsi. "Tubuh dan mukanya memang proporsional," kata Andi.

Bukan kali ini saja, SMA Negeri 4 Kendari mengutus siswa di tingkat nasional. Dea sudah mengikuti seniornya. Tahun 2008 ada Haris Hidayatullah (2008). Begitu pula di Tahun 2010 yang mengutus Chaedar. "Kami sangat bangga karena ini adalah pencapaian yang luar biasa," ucapnya.

Di kalangan Paskibra, Dea memang menjadi spesialisasi pembawa baki. Makanya, di salah satu blog temannya, http://ceritaseorangzaitunnakhira.blogspot.com, Dea dijuluki pembawa baki.

"Baki nah (minta baki). Dea di pangil gitu karena waktu Paskibra dia jadi pembawa baki. Dia itu cewek paling tinggi di kelas dan dia di kirim untuk mengibar di Istana negara untuk Agustusan tahun 2013 ini," kata Zaitun, si pemilik blog. (awa/jpnn)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.775 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.701 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    663 respon

Total Respon: 7.139
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft