Mon, 28 Jan 2013 23:59:14 GMT | By Merdeka

BNN Nyatakan Raffi Ahmad Positif Pakai Narkoba

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut dua orang tambahan yang positif menggunakan narkoba.


Raffi positif pakai narkoba (© Merdeka)

Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebut dua orang tambahan yang positif menggunakan narkoba. Mereka berinisal R dan RJ. Ternyata diketahui salah satunya adalah Raffi Ahmad.
 
"Ya benar (Raffi)," ujar Humas BNN Kombes Sumirat saat dikonfirmasi merdeka.com, Senin
 
Sumirat hanya membenarkan kemudian dia buru-buru masuk ke mobil dan meninggalkan Gedung BNN. "Iya, iya benar," singkatnya.
 
Sebelumnya BNN melansir dua orang dinyatakan positif menggunakan narkoba, sehingga total ada tujuh yang positif saat BNN menggerebek rumah Raffi, Minggu (26/1) lalu.
 
"2 Orang berinisial R dan RJ, salah satunya pekerja seni," kata Kepala Humas BNN Komisaris Besar Sumirat saat konferensi pers di kantor BNN, Jakarta, Senin (28/1).
 
Namun BNN tidak jadi mengumumkan tersangka dalam penggerebekan di rumah milik raffi di Lebak Bulus, Jakarta. Penyidik saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pelaku.
 
"Untuk penentuan status kita masih menunggu besok, karena penyidik punya waktu 3x24 jam dan bisa diperpanjang 2x24 jam," tandasnya.
 
Sebelumnya, Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Laboratorium BNN Kuswardani mengatakan, dari tujuh orang itu, dia belum dapat memberitahu mereka yang terbukti positif mengkonsumsi narkoba. Ia menambahkan, dari 17 orang, lima di antaranya dinyatakan menyimpan zat catechol dalam tubuhnya.
 
"Zat catechol itu ada di kapsul MDMA itu masih belum tergolong narkotika, itu yang tadi kami sampaikan. Hingga saat ini undang-undang kita belum mengarah kesana," ujarnya di kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur. Senin (28/1).

[ian]

3Komentar
29 Jan, 2013 08:00
avatar

kalau banyak makan kentang dan jamur bisa ditangkap dong karena banyak mengandung catechol, mohon statement lebih hati2x !!!!!! sepertinya jika memang tidak ada dalam undang2 tidak bisa dikategorikan pemakai narkoba ????? Ini berita banyak yang baca.. wah gawat neh kalau menyebar gak karuan dan gak punya prosedure yang benar...

29 Jan, 2013 14:19
avatar
bukan rahasia lagi, kalo dah urusan sama polisi, kejaksaan, dan pengadilan di negara ini, yg bener bisa jadi salah, yang salah bisa jadi bener. bukannya mau merendahkan atau menghina, tapi ini memang kenyataan di lapangan. semua tergantung berapa tebel kantong yg bisa dikuras untuk dibagi2 kan. ini tidak akan berubah walau dgn adanya KPK, BNN lah semua rata-rata sama aja bila sistem peradilan kita dirubah juga dari sistim 3 hakim menjadi juri.
29 Jan, 2013 12:38
avatar
"sogokan atau desakan pubilk yang paling mempengaruhi keputusan BNN???"
klo bukan artis papan atas, nama gak pake inisial, n pasti cepat diambil keputusan, BNN lagi galau ajah memilih pertanyaan diatas.

Laporkan
Bantu kami untuk menjaga lingkungan yang stabil dan sehat dengan melaporkan segala jenis kegiatan ilegal dan tidak sesuai. Jika Anda merasa ada pesan yang melanggarAturan dasarharap isi formulir ini untuk memberitahu moderator. Moderator akan memeriksa laporan Anda dan mengambil tindakan yang dianggap perlu. Jika diperlukan, segala tindakan ilegal akan dilaporkan kepada pihak berwajib.
Kategori
Batas karakter 100
Anda yakin hendak menghapus komentar ini?

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.108 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.680 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    790 respon

Total Respon: 8.578
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft