Bisnis Indonesia Politik Internasional News Feed
Updated: Tue, 08 Jan 2013 17:00:05 GMT | By Bisnis Indonesia Politik Internasional News Feed

KONFLIK AFGHANISTAN: Inggris tarik 3.800 pasukan



Berita Satu


LONDON: Inggris akan menarik 3.800 dari 9.000 prajuritnya di Afghanistan pada akhir 2013, demikian diumumkan Perdana Menteri David Cameron, Rabu (19/12).


"Kita akan melihat pasukan kita pulang dalam dua tahap yang relatif sama pada 2013 dan 2014, meninggalkan mungkin sekitar 5.200 prajurit setelah akhir 2013, dari 9.000 prajurit yang kita miliki sekarang," kata Cameron kepada parlemen.


Ia menyatakan, belum ada keputusan final mengenai berapa jumlah prajurit yang akan tetap berada di Afghanistan setelah akhir 2014, ketika NATO mengakhiri misi tempurnya dan menyerahkan semua tanggung jawab kepada pasukan keamanan setempat.


Namun, Cameron mengatakan, Inggris akan menghormati komitmennya untuk membentuk akademi militer bagi warga Afghanistan.


Pemerintah Inggris menghadapi tekanan yang meningkat di dalam negeri agar mempercepat penarikan pasukan dari Afghanistan, setelah serangkaian "serangan orang dalam", dimana orang Afghanistan yang berseragam militer menyerang prajurit Inggris.


Inggris menempatkan pasukan di Afghanistan sejak 2001 sebagai bagian dari koalisi internasional yang memerangi Taliban.


Taliban, yang memerintah Afghanistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al Qaida Osama bin Laden, yang dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.


Sekitar 130.000 personel Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO yang berasal dari puluhan negara berada di Afghanistan untuk membantu pemerintah Kabul memerangi pemberontakan Taliban dan sekutunya.


Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan pemerintah Afghanistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.


Bom rakitan yang dikenal sebagai IED (peledak improvisasi) mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afghanistan, menurut militer.


Presiden Hamid Karzai dan negara-negara Barat pendukungnya telah sepakat bahwa semua pasukan tempur asing akan kembali ke negara mereka pada akhir 2014, namun Barat berjanji memberikan dukungan yang berlanjut setelah masa itu dalam bentuk dana dan pelatihan bagi pasukan keamanan Afghanistan.


Pada Oktober 2011, Taliban berjanji akan berperang sampai semua pasukan asing meninggalkan Afghanistan.


Gerilyawan meningkatkan serangan terhadap aparat keamanan dan juga pembunuhan terhadap politikus, termasuk yang menewaskan Ahmed Wali Karzai, adik Presiden Hamid Karzai, di Kandahar pada Juli 2011 dan utusan perdamaian Burhanuddin Rabbani di Kabul bulan September 2011.


Konflik meningkat di Afghanistan dengan jumlah kematian sipil dan militer mencapai tingkat tertinggi tahun lalu ketika kekerasan yang dikobarkan Taliban meluas dari wilayah tradisional di selatan dan timur ke daerah-daerah barat dan utara yang dulu stabil.


Jumlah warga sipil yang tewas meningkat secara tetap dalam lima tahun terakhir, dan pada 2011 jumlah kematian sipil mencapai 3.021, menurut data PBB. (Antara/Bsi)


0Komentar
Lihat Wajah Baru MSN. Klik di sini!

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.625 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    7.322 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    388 respon

Total Respon: 9.335
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

video berita

berita internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft