BeritaSatu Logo
Updated: Fri, 19 Oct 2012 18:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal hukum

Yusril Pastikan Wa Ode Nurhayati Banding



Berita Satu

BERITASATU.COM - Yusril Ihza Mahendra menolak berkomentar lebih jauh karena tidak etis berpolemik soal putusan pengadilan di media.

Kuasa Hukum Wa Ode Nurhayati, Yusril Ihza Mahendra, menyatakan pihaknya merasa kecewa dengan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang memvonis politikus Partai Amanat NAsional (PAN) itu 6 tahun penjara.

"Bahwa kami tidak puas dengan putusan, ya. Nanti akan dituangkan dalam memori banding," kata Yusril, mengungkapkan langkah hukum lanjutan yang akan ditempuh, kepada wartawan, di Jakarta, hari ini.

Namun demikian, Yusril menolak berkomentar lebih jauh soal materi putusan hakim PN Tipikor tersebut. "Sebagai advokat saya harus fair, tidak etis berpolemik di media tentang suatu putusan. Semua telah kami kemukakan dalam pledoi," kilah dia..

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman pidana 6 tahun penjara kepada Wa Ode Nurhayati karena dianggap terbukti melakukan dua perbuatan tindak pidana. Yakni menerima suap terkait pengalokasian Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) dan melakukan tindak pidana pencucian uang atas kepemilikan uang sebesar Rp50,5 miliar dalam rekeningnya.

Selain hukuman pidana, Wa Ode juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp500 juta yang dapat diganti dengan enam bulan kurungan. Putusan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa, yakni penjara selama 14 tahun untuk dua perbuatan pidana.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.292 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.210 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    886 respon

Total Respon: 9.388
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft