BeritaSatu Logo
Updated: Tue, 25 Sep 2012 10:09:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal peristiwa-megapolitan

Polisi Temukan Clurit yang Diduga Menewaskan Siswa SMU 6



Berita Satu

BERITASATU.COM - Polisi masih melakukan pengejaran dan memeriksa saksi, terkait kasus penyerangan terhadap pelajar SMU 6 Jakarta oleh pelajar SMU 70 Bulungan, di Bundaran Bulungan, Jakarta Selatan.

"Terkait kasus keributan antara pelajar SMU 6 dan SMU 70, pemicunya belum kita ketahui, masih dicari. Polisi masih meminta keterangan saksi. Anggota juga sedang melakukan pengejaran terhadap pelaku," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi, Rikwanto, di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/9).

Dikatakan Rikwanto, petugas sudah melakukan koordinasi dengan kedua belah pihak sekolah untuk mencegah memanasnya konflik antara dua sekolah yang hanya terpisah tembok itu.

"Polisi masih melakukan pendalaman dan koordinasi dengan SMU 6 dan SMU 70, jangan sampai ada aksi balas membalas," tambahnya.

Rikwanto menyampaikan, polisi mengamankan barang bukti satu buah clurit yang diduga dipakai untuk menusuk korban atas nama Alawy Yustianto, 15, pelajar SMU 6 kelas X.

"Ada senjata tajam celurit. Diduga sebagai alat penusuk," tandasnya.

Sementara itu, Taury, 49, ayah korban, kaget mendengar kabar anaknya tewas karena tertusuk celurit di bagian dada.

"Saya sedang kerja, lalu ditelepon pihak sekolah mengatakan anak saya mengalami kecelakaan. Kemudian, saya disuruh ke Rumah Sakit Muhammadiyah. Tapi sampai di sana, anak saya sudah meninggal," katanya.

Taury menuturkan, berdasarkan keterangan guru, anaknya tewas dikeroyok saat mencari makan bersama dua rekannya di kawasan Bulungan.

"Anak saya ditusuk ketika sedang mencari makan sama teman-temannya. Mereka langsung menyerang dan menusuk anak saya dengan celurit," tandasnya.

Setelah dilakukan autopsi di Rumah Sakit Fatmawati, jenazah Alawy, sudah dibawa ke rumah duka, Komplek Ciledug Indah II, Jalan Mawar V blok E10 No.10, Kota Tangerang.

Diketahui, selain korban meninggal, dua orang pelajar SMU 6 juga mengalami luka-luka dalam peristiwa penyerangan itu (sebelumnya ditulis tawuran) atas nama Faruq dan Dimas. Keduanya sudah dirawat di RS Muhammadiyah.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.287 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.198 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    885 respon

Total Respon: 9.370
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft