BeritaSatu Logo
Updated: Mon, 29 Oct 2012 19:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal hukum

Kasus Hambalang, KPK Periksa Intensif Pegawai Adhi Karya



Berita Satu

BERITASATU.COM - Hingga pukul 12.06 WIB keduanya diketahui belum hadir memenuhi panggilan.

KPK secara intensif memeriksa saksi-saksi dari PT Adhi Karya terkait kasus dugaan korupsi pembangunan proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Hari ini, Senin (29/10), dijadwalkan KPK memeriksa dua orang lagi dari PT Adhi Karya, yaitu Yuli Nurwanto yang merupakan Manager Estimating dan Ida Bagus W, karyawan PT Adhi karya.

"Keduanya diperiksa untuk tersangka DK (Deddy Kusdinar)," kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK Priharsa Nugraha di kantor KPK.

Hingga pukul 12.06 Senin ini, keduanya belum hadir memenuhi panggilan KPK. Sebelumnya, KPK sudah memeriksa sejumlah petinggi PT Adhi Karya dalam kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

KPK menetapkan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Deddy Kusdinar sebagai tersangka kasus pengadaan pembangunan sarana dan prasarana Pusat Pelatihan dan Olahraga Bukit Hambalang, Jawa Barat.

Deddy ditetapkan tersangka terkait jabatannya dulu sebagai Kepala Biro Perencanaan Kemenpora. Deddy diduga telah menyalahgunakan kewenangannya sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK).

Kepada Deddy, KPK menyangkakan pasal 2 ayat 1 dan atau Pasal 3 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP. KPK mulai menyelidiki kasus Hambalang sejak Agustus 2011.

Setidaknya ada dua peristiwa yang terindikasi korupsi dalam proyek Hambalang yangg ditaksir KPK mencapai Rp2,5 triliun. Pertama, pada proses penerbitan sertifikat tanah Hambalang di Jawa Barat. Kedua, pengadaan proyek Hambalang yang dilakukan secara multi years.

Pengadaan proyek Hambalang ditangani Kerjasama Operasi (KSO) PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya. Sebanyak 70 orang sudah diperiksa KPK. Antara lain eks Kepala BPN Joyo Winoto, anggota Komisi II DPR Ignatius Mulyono, Sekretaris Departemen Pemuda dan Olahraga DPP Partai Demokrat Munadi Herlambang, Menpora Andi Mallarangeng hingga istri Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Athiyya Laila.

KPK juga sudah dua kali memeriksa Anas Urbaningrum. Namun, mantan anggota KPU itu membantah terlibat dalam kasus Hambalang.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.367 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    6.191 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    321 respon

Total Respon: 7.879
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft