BeritaSatu Logo
Updated: Tue, 25 Sep 2012 13:09:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal peristiwa-megapolitan

Kabar Eksodus Penghuni Merebak Pascatewasnya Asywarah



Berita Satu

BERITASATU.COM - Ariel mengaku sempat mengepel bercak-bercak darah di muka kamar itu.

Kasus pembunuhan yang dilakukan seorang WNA India bernama Mirza Nurzaman, 31, terhadap kekasihnya Asywarah Indah Sari Eka Putri Sakti, 26, di Apartemen Kalibata City Tower Borneo lantai 16 pada Sabtu (22/9) petang, tak pelak menyisakan trauma warga di tower tersebut.

Salah satu warga penghuni Tower Borneo yang menolak disebut namanya mengaku, masih trauma bila mendengar kasus pembunuhan pasangan kekasih itu. "Aku sekarang jadi takut kalau naik sendiri. Sebab, baik pelaku maupun korbannya pasti naik lift yang sama dengan aku," ungkap warga tersebut.

Bahkan, dia mengungkapkan, terdengar kabar banyak warga yang tinggal di lantai 16 blok CD lebih memilih untuk pindah. "Katanya sih banyak yang pindah dari lantai 16 blok CD, karena ketakutan," ungkap warga tadi.

Namun informasi itu langsung dibantah oleh security yang berjaga di tersebut." Kalau dikabarkan banyak yang pindah dari lantai 16 sih sejauh ini tidak ada, Mas. Tadi di ruang customer servis sih memang banyak warga yang datang untuk komplain. Tapi, paling itu masalah listrik atau air saja. Tidak ada yang pindah dari lantai itu kok," ungkap penjaga keamanan di tower borneo itu.

Saat Beritasatu.com menelisik lebih jauh kebenaran kabar adanya eksodus tersebut, salah satu petugas kebersihan yang mengaku bernama Ariel sempat mengamini informasi itu. Tapi, petugas kebersihan itu menolak penggunaan istilah eksodus.

"Ah tidak ada kepindahan (penghuni lantai 16) yang besar-besaran pascapembunuhan itu. Paling penghuni di kanan, kiri, dan depan kamar kejadian itu yang pindah. Jadi kalau diberitakan ada eksodus besar-besaran tidak ada, mas," ungkapnya.

Tapi Ariel tidak memungkiri, pascakejadian itu kondisi di lantai 16 cukup mencekam. "Aku kemaren sudah naik ke atas (ke lantai 16). Aku sempat mengepel tepat di depan kamar kejadian, karena memang ada banyak bercak darah," ungkapnya.

Kasus pembunuhan yang terjadi di Apartemen Kalibata City itu terjadi Sabtu (22/9) petang. Korban diketahui sebagai kekasih si pelaku pembunuhan.

Dari cerita yang beredar kejadian pembunuhan itu terjadi setelah adanya pertengkaran antara korban (Asywarah) dan pelaku berkebangsaan India (Mirza).

Sehabis membunuh kekasihnya di apartemen itu Mirza disebutkan sempat menelepon orang tua Asyawarah dan mengakui dirinya adalah pembunuh anak dari keluarga tersebut.

Setelah berkomunikasi dengan pihak keluarga, diketahui pelaku pun melakukan aksi bunuh diri dengan menabrakkan dirinya ke kereta KRL Jakarta - Bogor yang sedang melintas di sekitar Stasiun Kalibata, Jakarta Selatan.

Sementara itu, seorang warga penghuni tower tempat Asywarah ditemukan tewas mengatakan, situasi di lantai 16 tower tersebut kini cukup mencekam. Lantaran itulah, dia terpikir untuk segera pindah dari tempat tinggalnya kini, mengikuti jejak mayoritas penghuni di tower tersebut.

"Saya sungguh tidak tenang. Suami saya kan pulangnya larut malam. Tadi malam saja, sekitar pukul 21.00 dan 02.00 tiba-tiba ada yang mengetuk pintu apartemen saya. Padahal biasanya tidak ada," keluhnya.

Seperti halnya di tower lain di Kalibata City, dalam setiap lantai di sebuah tower terdapat sedikitnya 50 apartemen. Apartemen di setiap lantai itu dikelompokkan atas blok-blok. Di masing-masing blok terdapat sekitar 20-25 apartemen.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.338 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    6.056 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    315 respon

Total Respon: 7.709
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft