BeritaSatu Logo
Updated: Mon, 15 Oct 2012 15:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal peristiwa-megapolitan

Jokowi: Tidak seperti Membalik Tangan Menyelesaikan Masalah Jakarta



Berita Satu

BERITASATU.COM - Birokrasi kita pintar-pintar semua. Saya optimis bisa bekerja dengan mereka.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, membantah jika konsolidasi dan pendekatan birokrasi ke jajaran Pemprov DKI merupakan tantangan terberatnya. Justru menurutnya, hanya (perlu) pendekatan dan mengenal lebih dekat seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) DKI Jakarta. Pemprov DKI telah memiliki sistem birokrasi yang profesional dan ahli di bidangnya.

Setelah menggelar rapat kerja dengan para pimpinan SKPD DKI Jakarta didampingi Sekda Fadjar Panjaitan dan seluruh asisten Sekda DKI di ruang Rapat Pimpinan (Rapim) Balaikota DKI, Senin (15/10), pria yang akrab disapa Jokowi ini menegaskan bahwa seluruh pejabat di lingkungan Pemprov DKI merupakan sosok pejabat yang sangat profesional di bidangnya masing-masing.

Sehingga menurutnya, dia tak meragukan lagi kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Pemprov DKI, untuk membantunya melakukan perubahan di Jakarta selama lima tahun ke depan.

"Siapa bilang birokrasi jadi tantangan terberat saya? Tidak masalah. Birokrasi kita pintar-pintar semua. Saya tidak ragu dengan organisasi yang saya punyai ini. Saya optimis bisa bekerja dengan mereka," tegas Jokowi.

Dari hasil rapat yang dilakukan hari ini, Jokowi mengaku bahwa sejauh ini tidak ada masalah dengan sistem birokrasi Pemprov DKI Jakarta, serta bahwa seluruh SDM Pemprov DKI sudah cukup profesional dan ahli di bidangnya masing-masing.

Hanya saja menurutnya, masalah yang dihadapi adalah manajemen organisasi yang perlu ditingkatkan, sehingga kualitas para birokrat di Pemprov DKI bisa semakin baik dengan memiliki visi untuk melayani masyarakat.

Lagi pula, kata Jokowi pula, sistem birokrasi sudah berjalan, dan dia hanya tinggal meneruskannya. Salah satunya adalah lewat cara berkenalan dengan seluruh pejabat di jajaran Pemprov DKI Jakarta. Dia pun berharap, paling tidak setiap pejabat harus mampu menjawab dan menyelesaikan persoalan yang ada di tengah masyarakat.

"Nanti juga kenal semua kok, melalui berbagai rapat-rapat rutin yang akan diadakan. Yang penting, ke depan kualitasnya akan ditingkatkan atau di-upgrade, agar lebih profesional. Seluruh kendala di lapangan harus dijawab dan diselesaikan. Kalau tidak, masyarakat bisa marah," ujarnya.

Menurut Jokowi lagi, setiap penanganan permasalahan di DKI Jakarta tidak bisa dikerjakan dalam waktu satu hingga tiga bulan saja, melainkan harus dikerjakan dan diselesaikan secara bertahap.

"Artinya, menyelesaikan persoalan di DKI Jakarta tidak bisa seperti membalikkan telapak tangan. Tapi yang pasti, kita akan terus bekerja keras untuk membangun Jakarta menuju perubahan," tegasnya.

Selain itu, Jokowi mengaku melihat bahwa sistem pengamanan Gubernur DKI atau Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta terlalu ketat. Dalam penilaiannya, ada terlalu banyak lapisan pengamanan dalam sistem protokoler Gubernur DKI, sehingga terkesan pengamanannya terlalu berlebihan.

"Nanti saya akan benahi masalah protokoler Gubernur dan Wakil Gubernur. Di sini saya lihat protokolernya ketat banget, ya. Harus ada beberapa lapisan yang dikurangi. Saf-safnya (lapisan) itu lho, terlalu banyak. Petugas pengamanannya nggak usah sampai lima dan tujuh. Protokolnya nggak usah sampai bersaf-saf seperti yang kita lihat tadi," tuturnya.

Pantauan Beritasatu.com di Gedung DPRD DKI, usai pelantikan Gubernur Joko Widodo dan Wagub Basuki Tjahaja Purnama, pintu keluar Ruang Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta langsung dilapis oleh barisan aparat kepolisian. Ketika keluar, Jokowi dan Basuki pun tidak sempat memberikan keterangan pers kepada personel media massa yang sudah menunggu di luar pintu keluar.

Salah satu petugas protokoler Pemprov DKI mengatakan, ajudan Jokowi tidak memperbolehkan ada wawancara dengan Gubernur dan Wakil Gubernur, karena harus ke Panggung Rakyat (di halaman DPRD DKI).

Sempat terjadi aksi dorong-mendorong antara aparat kepolisian, Satpol PP dan Brimob, dengan puluhan wartawan. Karena kalah kuat, akhirnya beberapa wartawan berteriak-teriak memanggil Jokowi.

Namun Jokowi dan Basuki tetap diarahkan untuk menuju Panggung Rakyat tanpa memedulikan teriakan wartawan.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    798 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.399 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    176 respon

Total Respon: 4.373
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft