BeritaSatu Logo
Updated: Wed, 17 Oct 2012 16:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal nusantara

Dua Pasar Tradisional di Solo Terbaik di Indonesia



Berita Satu

BERITASATU.COM - Dari 13.000 pasar tradisional di Indonesia, Pasar Gede dan Pasar Nusukan merupakan pasar dengan kategori terbaik bersama 16 pasar lain di Indonesia.

Dua pasar tradisional di Kota Solo, Pasar Gede dan Pasar Nusukan, masuk dalam kategori pasar terbaik karena disiplin dalam aspek tertib ukur.

Penghargaan yang diberikan itu melengkapi penetapan Kota Solo menjadi Daerah Tertib Ukur dari Kementerian Perdagangan.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurti, dari 13.000 pasar tradisional di Indonesia, Pasar Gede dan Pasar Nusukan merupakan pasar dengan kategori terbaik bersama 16 pasar tradisional lainnya di seluruh Indonesia.

"Pasar terbaik dalam hal tertib ukur karena kenyataannya sebagian pasar memang masih ada timbangannya yang salah bahkan belum diukur," katanya saat menyerahkan penghargaan tersebut kepada Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Selasa (16/10).

Bayu memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Solo yang dia nilai memiliki kesungguhan dalam hal tertib ukur.

Dia menyebut salah satunya dengan membukukan seluruh alat Ukur Takar Timbangan dan Perlengkapannya (UTTP) yang ada. "Ini bisa dicontoh daerah lain. Bahkan, Pemkot dan pemilik usaha bersedia mengganti alat UTTP yang tak sesuai tera,” kata Bayu.

Dalam pembukuan itu diketahui ada 184.000 alat ukur, takar, dan timbangan di Solo. Ternyata baru 110.453 alat yang sudah memiliki tanda tera sah. Sedangkan untuk 73.598 alat UTTP, belum sesuai ketentuan.

Dari jumlah yang belum sesuai itu, sebanyak 603 alat disetel ulang dan sebanyak 72.775 langsung diganti baru oleh Pemkot dan pemilik usaha. ”Ini yang bikin Solo jadi istimewa. Mereka bahkan bersedia mengganti semua dengan yang baru,” ujarnya.

Bayu memahami, masih banyak pemerintah daerah maupun masyarakat yang menganggap tera UTTP sebagai hal yang tidak penting. Padahal, persoalan tera tersebut melingkupi empat aspek. Yaitu moral, sosial, ekonomi dan legal formal.

”Ada sanksi hukum yang bisa dikenakan karena melanggar tera ulang. Ini sesuai UU Nomor 38 2007 dan UU Nomor 2/ 1981 tentang Metrologi Legal Selain itu, persoalan tera ulang ini bisa berdampak pada peningkatan inflasi secara umum,” kata dia.

Sementara Wakil Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo (Rudy) mengatakan, sejak awal 2012 pihaknya sudah memulai pendataan, tera dan tera ulang, baik di pasar tradisional maupun di luar pasar.

Pendataan itu diberlakukan pada 41.488 meteran air, 137.947 meteran listrik, 610 argo taksi, 74 pompa bahan bakar di pom bensin, dan 4.012 timbangan dan alat ukur lainnya.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    4.900 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.169 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    431 respon

Total Respon: 6.500
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft