BeritaSatu Logo
Updated: Fri, 23 Nov 2012 12:11:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal hukum

Dimutasi, Mantan Wakapolda Sulut Laporkan Kapolri



Berita Satu

BERITASATU.COM - "Memang dia nyeleneh," Nanan

Ini mungkin baru pertama kali terjadi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia. Seorang perwira Polri aktif berpangkat Komisaris Besar, berani melaporkan Kapolri Jenderal Timur Pradopo dan petinggi Polri lainnya ke Badan Reserse Kriminal Polri, dengan sejumlah pasal pidana.

Yang melaporkan adalah Kombes JM Simatupang. Mantan Wakapolda Sulawesi Utara (Sulut) ini tampaknya masih meradang setelah dia dimutasi oleh Kapolri dari posisinya Juli lalu. Dia kini hanya ditempatkan sebagai perwira non-job di Layanan Markas Markas Besar Polri.

"Simatupang menuduh Kapolri menulis keterangan palsu yang menjadi dasar mutasinya. Menurut Simatupang dia dicopot sebagai Wakapolda Sulut karena tuduhan menerima suap saat dia masih menjabat Wakapolda," kata sumber di lingkungan Bareskrim, yang tak mau disebutkan namanya, Jumat (23/11).

Menurutnya laporan itu dibuat pada Kamis (22/11) kemarin.

Cerita yang beredar di lingkungan kepolisian menyebutkan semua itu berawal pada awal 2012, ketika Simatupang memimpin sidang kode etik yang melibatkan AKBP WD Herman, yang saat itu menjabat sebagai Kapolres Minahasa. Herman disidang karena laporan Kepala Bagian Perencanaan Polres Minahasa, Komisaris Polisi Yusuf Baba, pada Januari 2012.

Yusuf menduga Herman telah melakukan korupsi dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) tahun 2010-2011 sebesar Rp2,4 miliar, dengan modus memotong dana kesejahteraan 480 anggota polisi yang berdinas di Polres Minahasa.

Herman, belakangan, dinyatakan tak terbukti bersalah dalam sidang yang dipimpin Simatupang itu. Tetapi Mabes Polri mencium bau suap dalam keputusan ini. Alhasil Simatupang, beserta sejumlah koleganya di Sulut, dicopot dari jabatan mereka.

"Simatupang tak merasa bersalah. Makanya dia melawan," kata sumber tersebut.

Saat itu, selain Simatupang, juga ikut dimutasi di antaranya Inspektur Pengawas Daerah Polda Sulut, Kombes Isak Robinson Sampe yang diganti oleh Kombes Sutoyo, serta Kabid Propam Kombes AKBP Stepanus Lumowa yang diganti oleh AKBP Yusuf Setyadi.

Simatupang sendiri tak bisa dimintai komentar atas laporannya itu. Saat dihubungi, perwira lulusan Akpol 1982 ini tidak mengangkat telepon. Pesan pendek juga sejauh ini belum dibalas.

Tanggapan datang dari Wakapolri Komjen Nanan Soekarna yang juga turut dilaporkan Simatupang. Jenderal bintang tiga ini mengatakan jika Simatupang mempunyai hak untuk melaporkan atasannya.

"Mutasi adalah hasil pertimbangan kedinasan Wanjak (Dewan Jabatan Kepangkatan) dan institusional, bukan pribadi. Memang dia nyeleneh, (kebijakan) itu juga hasil pemeriksaan Propam dan Itwasum Polri," beber Nanan.

Memang, setelah dicopot dari jabatannya sebagai Wakapolda Sulut, Simatupang sempat diperiksa di Mabes Polri. Meski demikian belum jelas apa hasil pemeriksaan tersebut.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    683 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    2.850 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    153 respon

Total Respon: 3.686
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft