BeritaSatu Logo
Updated: Mon, 15 Oct 2012 19:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal hukum

Bela Chevron, IPA Sebut Kasus Bioremediasi Kriminalisasi Migas



Berita Satu

BERITASATU.COM - IPA juga menilai penahanan karyawan PT Chevron tidak sesuai dengan proses hukum berdasarkan kontrak kerja dan harusnya ditangguhkan.

Indonesian Petroleum Association (IPA) menilai perkembangan kasus Bioremediasi PT Chevron Pacific Indonesia, salah satu perusahaan di bawah IPA, merupakan bentuk kriminalisasi terhadap industri minyak dan gas (Migas) di Indonesia.

“Akan menjadi preseden (contoh) buruk dengan konsekuensi sangat luas bagi masa depan industri Migas di Indonesia,” kata pernyataan resmi IPA, dalam rilis yang diterima Beritasatu.com, hari ini.

Sebagai mitra dari institusi pemerintah di Indonesia, IPA menduga adanya tindak kriminalisasi operasi KKS (kelompok kerjasama swasta) pada kasus tersebut hingga mengakibatkan penahanan enam karyawan perusahaan. IPA juga menilai penahanan tersebut tidak sesuai dengan proses hukum berdasarkan kontrak kerja dan seharusnya ditangguhkan.

Dalam kasus ini, Kejaksaan Agung menduga ada tindak pidana korupsi oleh PT Chevron Pacific Indonesia yang telah menjadi partner Indonesia dan menahan 6 dari 7 tersangka sejak akhir September lalu.

“Setiap sengketa yang timbul dari implementasi protek KKS sebaiknya diselesaikan berdasarkan prinsip hukum perdata, dan bukan prinsip hukum pidana, sesuai ketentuan KKS,” sesal IPA, dalam rilis itu.

IPA mengatakan setiap anggota perusahaan Migas yang berada di bawah organisasi non-profit ini selalu berkomitmen untuk melakukan operasi kerja dengan stardar tertinggi dan meyakinkan bahwa para anggotanya, termasuk perusahaan dalam kasus Bioremediasi ini, beroperasi dengan menjunjung tinggi hukum dan peraturan yang berlaku di Indonesia.

“IPA berharap penahanan karyawan perusahaan ini akan segera ditangguhkan sementara proses penyelidikan terus berlanjut,” kata asosiasi.

Hingga saat ini, Kejagung masih bersikukuh menahan ke-6 karyawan perusahaan dan masih mempertimbangkan permohonan penangguhan dari pihak perusahaan sejak awal Oktober kemarin.

Bioremediasi adalah kegiatan dengan metode yang aman untuk membersihkan tanah yang terpapar minyak dengan menggunakan mikroba alami. Mikroba tersebut berfungsi untuk mengubah senyawa minyak menjadi air dan gas yang tidak beracun, sehingga kondisi tanah untuk kegiatan industri kembali seperti semula.

Penyidik Kejagung telah menahan 6 dari 7 tersangka kasus bioremediasi Chevron sejak September lalu. Lima tersangka itu ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung. Sedangkan satu tersangka perempuan ditahan di Rutan Pondok Bambu.

Keenam tersangka itu, empat dari pihak Chevron yakni Manajer Lingkungan Sumatera Light North (SLN) dan Sumatera Light South (SLS) Endah Rumbiyanti, Team Leader SLN Kabupaten Duri Propinsi Riau Widodo, Team Leader SLS Migas Kukuh, dan General Manager SLS Operation Bachtiar Abdul Fatah.

Sedangkan, dua tersangka dari pihak kontraktor yakni Direktur PT Green Planet Indonesia Herlan dan Direktur PT Green Planet Indonesia, Ricksy Prematuri.

Satu tersangka yang belum pernah menjalani pemeriksaan dan juga tidak hadir dalam pemeriksaan yakni General Manager SLN Operation Alexiat Tirtawidjaja. Dia berhalangan hadir karena masih berada di Amerika Serikat untuk mendampingi suaminya yang menderita sakit.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    17 %
    Setuju
    1.381 respon
  2. 79 %
    Tidak setuju
    6.271 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    325 respon

Total Respon: 7.977
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft