BeritaSatu Logo
Updated: Fri, 23 Nov 2012 14:11:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal nusantara

Bar dan Panti Pijat Jayapura Rutin Diuji Penyakit Seksual



Berita Satu

BERITASATU.COM - Ada satu tempat hiburan malam, lebih dari 50% pekerjanya harus menjalani perawatan IMS.

Sebanyak 23 tempat hiburan malam atau bar dan panti pijat di Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua, mendapat pelayanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) atau konseling dan tes sukarela dari Puskesmas setempat.

Dokter Hesti Purikasari dari klinik VCT Puskesmas Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, mengatakan, sebanyak 23 bar dan panti pijat menjadi pengawasan klinik VCT dari pihaknya.

Aktivitas ini terutama dalam hal memberikan informasi mengenai IMS (Infeksi Menular Seksual) atau dulunya dikenal dengan sebutan PMS (Penyakit Menular Seksual) dan HIV.

"Jadi Puskesman kami membawai sejumlah tempat hiburan malam untuk berikan pelayanan VCT," katanya, Jumat (23/11).

Ia mengatakan, program kerja yang dilakukan pihaknya adalah sosialisasi dengan mobile clinic dengan langsung mendatangi lokasi-lokasi tersebut yang masuk dalam wilayah kerja mereka.

"Untuk VCT HIV dilakukan tiga bulan sekali dan pemeriksaan IMS dua bulan sekali dengan prosedur yang sama," katanya.

Lebih lanjut dokter Hesti mengatakan, jika dalam pemeriksaan rutin di tempat hiburan malam ditemukan ada pramuria/pelayan yang terkena gejala IMS berisiko menularkan pada orang lain, pihaknya akan berikan obat dan pemeriksaan IMS yang berkelanjutan.

Terkait berapa jumlah penderita IMS dan HIV dipuluhan tempat hiburan malam yang ada di Distrik Jayapura Selatan, Dokter Hesti menolak memberi keterangan dengan alasan pihaknya tidak berkompeten untuk menyampaikan hal itu.

"Jumlah pastinya bisa didapatkan di Dinas Kesehatan Kota Jayapura, tapi untuk pemeriksaan di tempat hiburan malam berinisial NB di Entrop dari 26 penghuni, didapatkan 15 orang di antaranya harus mendapatkan pengobatan IMS," katanya.

Bagi mereka yang belum diperiksa akan tetap dilakukan pemeriksaan yang akan disesuaikan dengan jadwal mobile clinic yang sudah diagendakan. Kemudian dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja dan Dinas Kesehatan, tegasnya.

Dokter Hesti menambahkan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihaknya selama ini adalah untuk mengontrol penularan IMS dan HIV yang dinilai perkembanganya cukup mengkhawatirkan.

"Ini bagian dari upaya Dinas Kesehatan Kota Jayapura menekan penyebaran HIV/AIDS. Dan sosialisasi VCT ini akan terus dilakukan hinga 4 Desember 2012 mendatang," tambahnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.372 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.451 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    923 respon

Total Respon: 9.746
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft