BeritaSatu Logo
Updated: Mon, 22 Oct 2012 17:10:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal hukum

Anjing Pelacak, Prajurit Terlatih dalam Memerangi Narkoba



Berita Satu

BERITASATU.COM - Anjing adalah salah satu alat terbaik dalam memerangi penyelundupan narkoba berkat insting dan nalurinya yang kuat dalam mengendus zat terlarang.

Sejak tahun 1981, anjing sudah digunakan untuk mendeteksi penyelundupan narkoba di bandara, pelabuhan, dan daerah perbatasan. Anjing-anjing ini ditangani oleh Departemen K-9 Direktorat Bea Cukai. Departemen ini memiliki 29 ekor anjing dan 30 pawang.

"Anjing adalah alat utama dan tidak dapat tergantikan dalam memerangi penyelundupan narkoba. Mereka bisa pergi ke tempat-tempat di mana kami tidak bisa membawa peralatan kami, misalnya di pelabuhan," ujar Ronny Rosfyandi, Deputi Direktur Sub Direktorat Narkotika di Bea Cukai, akhir pekan lalu.

Sementara itu salah satu instruktur anjing pelacak, Theo Dorus, mengatakan bahwa anjing sangat praktis karena bisa digunakan untuk melacak narkoba di bagian-bagian sempit dalam pesawat atau kendaraan.

"Mesin X-Ray dapat diakali tapi indera penciuman anjing bisa melacak narkotika," ujarnya.

Theo menambahkan anjing pelacak juga memiliki kelemahan.

"Terkadang mereka sakit atau konsentrasi mereka terganggu karena ada kucing. Terkadang mereka juga merasa kepanasan atau kebosanan," ujar Theo.

Terlepas dari kelemahan-kelemahan ini, kemampuan anjing pelacak ini sangat mengesankan. Salah satu tangkapan terbesar anjing pelacak terjadi pada tahun 2007, ketika seekor anjing menemukan 336 kilogram ephedrine, bahan pembuat sabu-sabu, yang disembunyikan dalam 13 dari 400 paket makanan udang di sebuah kapal dari China di pelabuhan Tanjung Priok.

Daerah perbatasan Medan dan Bali merupakan daerah-daerah di mana tim anjing pelacak paling sering menemukan penyelundupan narkoba. Theo mengatakan para penyelundup menghindari daerah Jakarta tetapi tim anjing pelacak juga memperketat penjagaan di daerah-daaerah di luar Jakarta.

Theo mengatakan tantangan terbesar dalam pekerjaannya adalah menepis anggapan anjing adalah najis bagi umat muslimin dan orang-orang takut oleh gonggongan dan gigitannya.

"Orang Indonesia tidak familiar dengan anjing dan memiliki anjing sebagai binatang peliharaan bukanlah pemandangan umum," ujar Theo.

Dia menambahkan kesalahpahaman mengenai anjing juga adanya anggapan anjing pelacak akan menggigit orang seperti halnya anjing kepolisian.

"Anjing pelacak ini tidak galak. Ketika mereka mencium narkoba, mereka akan duduk, sedangkan yang lebih agresif akan menggaruk tas yang diduga menyimpan narkoba," ujar Theo.

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    353 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    1.449 respon
  3.  
    3 %
    Tidak tahu
    61 respon

Total Respon: 1.863
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft