Updated: Sun, 05 Aug 2012 09:08:00 GMT | By BeritaSatu.com Feed kanal hukum

4 Tahanan Kabur, 8 Polisi Bukittinggi Dihukum



Berita Satu

BERITASATU.COM - Kedelapan polisi ini dipenjara selama 21 hari dan menerima sanksi penundaan kenaikan pangkat.

Sebanyak delapan personel Polresta Bukittinggi, Sumatera Barat, ditindak tegas terkait kaburnya empat tahanan dari sel markas polisi setempat.

"Tindakan tegas ini diberikan terkait kaburnya empat tahanan Polresta Bukittinggi pada 31 Mei 2012," kata Kapolres Bukittinggi AKBP Eko Nugrohadi, di Bukittinggi, hari ini.

Tahanan Mapolres Bukittinggi yang kabur itu antara lain Alpen dan Ben (tersangkut kasus pencurian), Diki (tersangkut kasus narkoba) dan Suherman (kasus uang palsu).

Menurut Eko, kedelapan polisi ini dipenjara selama 21 hari. Ditambahkan, mereka juga akan menerima sanksi penundaan kenaikan pangkat.

"Setelah mereka dipenjara nantinya oknum polisi itu direncanakan dimutasi ke Mentawai, Solok Selatan dan tempat pelosok lainnya yang berada di wilayah hukum Sumbar," tutur dia.

Ketika wartawan mau menanyakan siapa delapan personel polisi yang menerima sanksi, Eko Nugrohadi tidak mau menjelaskan secara detail identitas delapan polisi tersebut.

Eko mengatakan, kaburnya empat tahanan dari sel Mapolres murni kelalaian petugas jaga yang tidak serius menjaga tahanan dalam melaksanakan tugas. "Para tahanan kabur dengan cara memotong satu teralis bagian pojok sel Mapolres Bukittinggi," ungkap dia.

Dijabarkan Eko, tahanan di Polres Bukittinggi terdapat enam orang, empat orang kabur dan dua di antaranya masih berada di dalam sel.

"Tapi yang kabur itu hanya empat tahanan, sementara dua tahanan dalam sel itu takut untuk kabur dan lebih memilih bertahan di dalam sel yang berukuran sekitar enam kali lima meter," jelas dia.

Kapolres Bukittinggi itu berharap bantuan dari masyarakat Bukittinggi dan sekitarnya untuk memberikan informasi atas keberadaan pelaku. "Kita mengimbau tahanan yang kabur agar menyerahkan diri dan polisi akan memperlakukannya dengan sebaik-baiknya," tandas dia.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.907 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.076 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    711 respon

Total Respon: 7.694
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft