Mon, 03 Dec 2012 14:39:37 GMT | By PlasaMSN, Bismo A
Banjir Sampah di Jakarta

Jakarta Lautan Sampah



Sampah di kali Jakarta (© TEMPO/Tony Hartawan)
Next
Previous
Previous
  • Sampah di kali Jakarta (© TEMPO/Tony Hartawan)
  • Sampah di kali Jakarta (© TEMPO/Eko Siswono Yudho)
  • Sampah di kali Jakarta (© TEMPO/Eko Siswono Yudho)
  • Sampah di kali Jakarta (© TEMPO/Eko Siswono Yudho)
  • Sampah di kali Jakarta (© TEMPO/STR/Tony Hartawan)
  • Sampah di kali Jakarta (© TEMPO/Arnold Simanjuntak)
  • Sampah di kali Jakarta (© Tempo/Amston Probel)
  • Sampah di kali Jakarta (© TEMPO/Arnold Simanjuntak)
Next
TEMPO/Tony HartawanShow Thumbnails
Previous1 of 10Next
Bagikan galeri ini

Pekerja Suku Dinas Tata Air membersihkan sampah dan endapan lumpur di Kanal Banjir Barat (KBB), Jakarta, Selasa, 2 Oktober 2012.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Pemprov DKI Jakarta mengajak pengurus RT dan RW kembali menggiatkan kerja bakti bersama warga minimal setiap dua minggu sekali karena akan berdampak mengurangi banjir di Ibukota.

"Kita lihat hasilnya nanti seperti apa. Percuma saja 13 sungai di Jakarta dinormalisasi, tanpa disertai pembersihan drainase atau saluran air," kata Gubernur DKI, Joko Widodo saat menyampaikan sambutan pada acara silahturahmi bersama Pengurus RT, RW, Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK), Dewan Kota Kabupaten dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Lembaga Kemasyarakatan DKI di Istora Senayan, Minggu (2/12).

Ia mengungkapkan, sekitar 2.000 ton sampah setiap hari masuk ke dalam saluran air. Kondisi ini menjadi satu penyebab banjir di Ibukota. "Kalau kondisinya seperti ini, gimana tidak banjir? Ini harus menjadi tanggung jawab bersama," ungkapnya.

Berdasarkan hasil blusukan, Jokowi mengaku, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Salah satu di antaranya keberadaan taman kota yang gundul.

Untuk itu, Jokowi mengajak warga Jakarta ikut serta menanam pohon di taman-taman tersebut. "Otomatis, bila taman dipenuhi tanaman akan mempersempit ruang gerak pedagang kaki lima (PKL) yang sering menempati taman untuk berjualan," paparnya.

Jokowi juga menyayangkan sebagian besar ruang publik di Ibukota terlihat kumuh akibat coret-coretan. Ia juga menyindir sejumlah pejabat yang tidak mau bergerak, apabila tidak sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Padahal, segala sesuatu yang tidak sesuai bisa langsung dikerjakan, walaupun bukan menjadi tupoksinya.

"Jangan ada lagi yang menyampaikan bukan tupoksi. Masalah tidak akan ada kurangnya, tapi akan nambah. Jika ada yang tidak sesuai, langsung tegur meski bukan tupoksinya," tambahnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.420 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.607 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    944 respon

Total Respon: 9.971
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft