okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Fri, 28 Dec 2012 04:19:46 GMT | By aulia, okezone.com

Khadafi Sempat Ingin Bunuh Ronald Reagan



Khadafi Sempat Ingin Bunuh Ronald Reagan

WASHINGTON - Menurut laporan dari Irlandia, mantan Pemimpin Libya Moammar Khadafi sempat merencanakan pembunuhan terhadap mantan Presiden AS Ronald Reagan. Laporan itu merupakan laporan rahasia dari tahun 1981 silam.

Pada 1981 silam, Irlandia hendak membuat kesepakatan perdagangan dengan Libya. Namun bersamaan dengan itu, para pejabat Kedubes AS di Dublin dan Kementerian Luar Negeri AS mencium adanya ancaman pembunuhan terhadap Presiden Reagan.

Laporan itu menyebutkan, para agen intelijen AS mengidentifikasikan ancaman itu dan 17 kamp pelatihan militan di Libya mulai mempersiapkan operasi pembunuhan terhadap Reagan. Kamp itu juga menampung sekira 5 ribu orang militan.

"AS memiliki bukti bahwa Khadafi merencanakan penggunaan personil ini (militan) untuk menyerang Mesir, Sudan, Arab Saudi, Oman dan AS (termasuk Presiden Reagan)," demikian laporan rahasia tersebut, seperti dikutip Belfast Telegraph, Jumat (28/12/2012).

Pada 30 Maret 1981 silam, Reagan selamat dari serangan tembakan yang dilancarkan John Hinckley Jr. Bersamaan dengan itu, hubungan Negeri Paman Sam dan Libya mulai menegang. Reagan pun sempat memerintahkan penembakan terhadap dua pesawat tempur Libya di Laut Mediterania pada 1980.

"Beberapa hari setelah tragedi di Teluk berlangsung, para petugas keamanan menerima laporan rahasia yang menyebutkan bahwa, Khadafi memerintahkan rekan-rekannya untuk membunuh saya. Jadi, saya langsung mengenakan rompi baja saya di mana pun saya berada," demikian catatan yang ditulis Reagan.

"Setelah itu, para petugas keamanan juga mendapat informasi kredibel mengenai plot pembunuhan lainnya, terhadap George Bush, Cap Weinberger dan Al Haig. Mereka semua menjadi target dari kelompok bersenjata Libya," tambahnya.

Libya pun diduga terlibat dalam percobaan pembunuhan terhadap utusan AS di Paris. Meski demikian, informasi mengenai tersangka yang merencanakan pembunuhan terhadap Reagan masih belum diketahui.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.387 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.490 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    928 respon

Total Respon: 9.805
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft