okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Mon, 08 Oct 2012 07:43:39 GMT | By aulia, okezone.com

Perang Artileri Suriah & Turki Masuki Hari ke-5



Perang Artileri Suriah & Turki Masuki Hari ke-5

ISTANBUL - Pasukan Turki menembakkan kembali serangan artilerinya ke Suriah, usai peluru mortar Suriah melesat ke Desa Akcakale yang menjadi wilayah perbatasan kedua negara itu. Serangan ini sudah memasuki hari ke-lima meski Suriah sudah berjanji untuk menghentikannya.

Pada Minggu kemarin, Turki melepaskan tembakan artilerinya dan peluru artileri tersebut jatuh di Kota Tel Abyad, Suriah. Namun belum ada laporan mengenai munculnya korban luka atau jiwa dalam peristiwa itu.

Wilayah Tel Abyad merupakan wilayah yang sedang dilanda pertempuran antara pasukan loyalis Presiden Bashar al Assad dan fraksi oposisi. Bersamaan dengan itu, bom mobil pun meledak di Kota Damaskus.

Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan cukup marah dengan serangan mortar Suriah yang memasuki wilayahnya. Turki sudah mengingatkan Suriah bahwa negaranya sama sekali tidak menginginkan perang. Namun Turki mengingatkan Suriah agar tidak menguji kesabarannya.

"Apa yang dikatakan oleh leluhur kita? Bila kalian ingin damai, bersiaplah untuk perang. Bila kalian menjadi korban kebiadaban, kalian akan melakukan apapun yang patut dilakukan. Lihatlah saat ini, mereka melakukan serangan ke kita. Bila Suriah menyerang, kita akan membalasnya dengan cepat," ujar Erdogan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (8/10/2012).

Turki, Arab Saudi dan Qatar, menjadi negara pendukung fraksi oposisi Suriah yang ingin menumbangkan kekuasaan Assad. Turki juga menjadi rumah bagi ratusan ribu pengungsi Suriah yang lari dari tempat tinggalnya guna menghindari peperangan.

Serangan militer ke Suriah juga sudah dilegalisasikan oleh Parlemen Turki, namun serangan itu tidak didukung North Atlantic Treaty Organization (NATO). NATO selama ini kurang mensetujui serangan militer ke Suriah karena mereka khawatir kekerasan akan terus berlanjut.

Pada pekan lalu, pihak Suriah meminta maaf atas peristiwa serangan lintas batas yang masuk ke wilayah Turki. Suriah turut menggelar penyelidikan atas serangan mortar itu dan berjanji tidak akan mengulangi tindakan yang sama. Namun pada kenyataannya, serangan masih terus berlanjut hingga kini.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.380 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.466 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    924 respon

Total Respon: 9.770
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft