okezone.com (© Copyright (c) okezone.com 2012, All Rights Reserved)
Updated: Sun, 16 Sep 2012 02:05:47 GMT | By aulia, okezone.com

"Innocent of Moslem" Wujud Ketakutan Barat Terhadap Islam



"Innocent of Moslem" Wujud Ketakutan Barat Terhadap Islam

DEPOK _ Peneliti Kajian Budaya Universitas Indonesia (UI) Devie Rahmawati menilai film The Innocent of Moslem yang kontroversial merupakan upaya negara Barat untuk mendeskreditkan Islam. Dimulai sejak tahun 2001 kasus 9 September di World Trade Center (WTC).

Devie menilai melalui film tersebut bisa menunjukkan ketakutan negara barat terhadap kemajuan Islam. Sejak tahun 2001, banyak hal yang berdampak kepada kehidupan negara Barat khususnya Amerika Serikat.

"Ini ketakutan bangsa barat terhadap islam, memang seperti dua sisi mata uang, pertama bisa mendorong warga Amerika Serikat mau tahu tentang islam seperti apa dan mempelajarinya jadi lebih dekat dengan Islam, atau memang menuding islam buruk," katanya kepada Okezone, Minggu (16/09/12).

Selama ini, proses menjelek _ jelekkan islam sudah dimulai melalui pembuatan karikatur hingga saat ini melalui film. Baginya, dari segi komunikasi budaya, hal ini membuat umat islam perlu kerja keras untuk menciptakan standar ganda menghadapi hinaan mereka.

"Karena bagi bangsa Barat, hal ini direspons dengan cepat, ini ekpsresi biasa dari masyarakat biasa. Sebagai negara dengan mayoritas muslim terbesar, bisa dimulai dari Indonesia, bagaimana bisa 'memPRkan' (menjadi penghubung) dirinya bahwa hinaan itu salah, direspons dengan komunikasi lain, jangan dibalas dengan kekerasan," paparnya.

Selama ini, kata dia, Amerika Serikat (AS) selalu mengaitkan islam dengan teroris. Padahal, kata dia, teroris di Indonesia bukan berlatar belakang islam, tetapi ada unsur kesenjangan ekonomi di dalamnya.

"Bagaiman Indonesia mempunyai peran strategis, islam bukan hanya Arab, tunjukkan bahwa islam hangat, islam adalah jalan hidup, memang di Indonesia islam tak lepas dengan isu teroris, tapi kita lihat kan ada persoalan ekonomi juga yang melatarbelakangi," tandasnya.

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    1.790 respon
  2. 66 %
    Tidak
    4.758 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    671 respon

Total Respon: 7.219
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft