Sun, 23 Sep 2012 10:44:09 GMT | By MULA-ANTARA

Polisi Gandeng TNI Tangani Penembakan di Freeport

Timika (ANTARA) - Jajaran kepolisian akan menggandeng TNI dan satuan tugas lainnya untuk mengusut kasus teror penembakan yang terjadi di areal PT Freeport Indonesia, terutama di kawasan Jalan Tanggul Timur, Kali Kopi, Timika.


Polisi Gandeng TNI Tangani Penembakan di Freeport

Timika (ANTARA) - Jajaran kepolisian akan menggandeng TNI dan satuan tugas lainnya untuk mengusut kasus teror penembakan yang terjadi di areal PT Freeport Indonesia, terutama di kawasan Jalan Tanggul Timur, Kali Kopi, Timika.

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigjen Polisi Paulus Waterpauw kepada ANTARA di Timika, Minggu mengatakan munculnya kembali aksi teror penembakan oleh gerombolan bersenjata tak dikenal di ruas Jalan Tanggul Timur, Kali Kopi menjadi fokus perhatian kepolisian.

"Kami akan coba lakukan penanganan secara bersama dengan rekan-rekan kita yang lain," kata Waterpauw.

Menyinggung tentang kemungkinan untuk pengerahan pasukan dalam jumlah besar untuk melakukan pengejaran para pelaku penembakan sampai ke dalam hutan, Brigjen Waterpauw mengatakan prosedur seperti itu tetap dilakukan setiap kali ada kejadian teror penembakan.

"Saya pikir proses itu sudah kita lakukan oleh tim gabungan kepolisian dalam hal ini Brimob dan TNI serta satuan tugas yang lain," tuturnya.

Sejauh ini, katanya, belum ada perkembangan penyelidikan terhadap kasus teror penembakan di area Tanggul Timur, Kali Kopi.

"Semuanya sedang dalam penanganan. Kita tunggu saja, mudah-mudahan pelakunya bisa segera terungkap," tutur Waterpauw sembari meminta dukungan media massa untuk membantu pengungkapan berbagai kasus teror penembakan yang selama ini kerap terjadi di areal PT Freeport.



Teror pada September



Selama bulan September, sudah dua kali terjadi aksi teror penembakan di ruas Jalan Tanggul Timur, Kali Kopi.

Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (14/9) sekitar pukul 10.35 WIT. Saat itu, sebuah kendaraan antipeluru milik Departemen Security & Risk Manajemen PT Freeport yang ditumpangi oleh sejumlah anggota Yonif 754 ENK diserang dengan serentetan tembakan senjata api di sekitar MA 240 ruas Jalan Tanggul Timur, Kali Kopi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Suara tembakan terdengar oleh rekan mereka yang berada di Pos Mil 37. Mendengar itu, dua anggota Yonif 754 ENK bersama seorang pekerja George Gephard meluncur ke lokasi kejadian menggunakan sebuah mobil bernomor lambung 3189. Namun mobil yang dikemudikan George Gephard, seorang warga Negara asing yang bekerja di Bagian Logistik Freeport, juga tak luput dari tembakan hingga mengakibatkan kaca depan mobil pecah.

Peristiwa kedua terjadi pada Selasa (18/9) sekitar pukul 09.55 WIT. Kendaraan mini bus dengan nomor lambung LWB 01-4785 yang dikemudikan Ruztamil Dalle juga diserang di sekitar MA 210 ruas Jalan Tanggul Timur, Kali Kopi.

Saat itu, kendaraan yang dikemudikan Ruztamil dan kendaraan LWB 01-4779 yang dikemudikan Jenni Irala bergerak dari Pos TNI di Mil 37 untuk mengantar bahan makanan anggota yang bertugas di Pos TNI MA 240.

Kedua kendaraan itu juga mengawal kendaraan tanki air yang akan melakukan pengisian air di Pos MA 50. Setiap kendaraan diisi oleh lima personel TNI dipimpin oleh Letda Mulia.

Setelah mengantar makan di Pos TNI MA 240, kendaraan tanki air diminta untuk menunggu di pos tersebut. Sedangkan kendaraan LWB 01-4785 dan 01-4779 melakukan penyisiran untuk memastikan sepanjang jalan dari MA 240 sampai dengan Pos Kampung Nayaro dalam kondisi aman.

Saat akan memasuki jalan MA 210, Letda Mulia memerintahkan membagi dua jalan. Kendaraan 01-4785 menyisir tanggul bagian bawah, sedangkan kendaraan 01-4779 menyisir tanggul bagian atas. Saat kendaraan 01-4785 bergerak di tanggul bawah, anggota TNI sempat melihat seseorang sedang menyeberang jalan.

Di saat kendaraan tersebut melintas di lokasi tersebut tiba-tiba terdengar letusan seperti suara tembakan.

Tidak lama kemudian terlihat juga sekitar 10 orang berada di sekitar atas tanggul melakukan penembakan terhadap kendaraan tersebut yang mengakibatkan kendaraan 01-4785 mengalami kerusakan pada ban sebelah kiri bagian belakang dan kap atas kendaraan berlubang.

Anggota TNI yang berada dalam kendaraan tersebut membalas tembakan dari pintu belakang kearah tanggul dimana sempat terlihat sekelompok orang tak dikenal yang melakukan penembakan. (jk)

0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    25 %
    Perlu
    2.019 respon
  2. 66 %
    Tidak
    5.420 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    756 respon

Total Respon: 8.195
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft