Thu, 22 Mar 2012 20:16:21 GMT | By MULA-ANTARA

Mensos Harapkan Karang Taruna Tangani Masalah Sosial

Batam (ANTARA) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengharapkan Karang Taruna berkontribusi dan menjadi mitra strategis Kementerian Sosial dalam menangani berbagai masalah sosial.


Mensos Harapkan Karang Taruna Tangani Masalah Sosial

Batam (ANTARA) - Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengharapkan Karang Taruna berkontribusi dan menjadi mitra strategis Kementerian Sosial dalam menangani berbagai masalah sosial.

Karang Taruna merupakan organisasi pemuda sangat penting sebagai mitra strategis misalnya dalam membantu menyelesaikan konflik sosial seperti tawuran dan bentrok massa, kata Menteri Sosial pada penutupan Rapat Kerja Nasional Karang Taruna di Batam, Kepulauan Riau, Rabu.

Menurut Menteri Sosial, terdeteksi ada sekitar 100 titik di Indonesia yang merupakan daerah rawan konflik sosial dan butuh penanganan agar tidak terjadi bencana sosial.

"Kami khawatirkan bencana sosial maka saya ingin peran Karang Taruna di sini ikut serta menangani. Jangan penanganan konflik sosial dibebankan saja kepada kepolisian," tambah Menteri Sosial.

Ia mengatakan, permasalahan sosial di level terendah mungkin tidak terdeteksi pemerintah, maka Karang Taruna menjadi ujung tombak penyelesaian dan diyakini jika masalah-masalah tersebut selesai masalah besar lainnya juga tidak terjadi.

Selain itu, permasalahan sosial lainnya seperti kemiskinan, anak jalanan dan lansia terlantar yang perlu penanganan serius semua pihak, tambah Menteri Sosial.

"Semua permasalahan sosial tidak bisa diselesaikan sendiri oleh Kementerian Sosial, maka butuh peran semua pihak untuk ikut serta menangani seperti Karang Taruna," ujarnya.

Menteri Sosial melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kepulauan Riau selama sehari dengan kegiatan memberi pengarahan pada penutupan Rakornas Karang Taruna, dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pembangunan monumen Karang Taruna di Sekupang.

Selain itu, Menteri juga melakukan kunjungan ke Pulau Bertam untuk memberikan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak Huni serta berramah tamah dengan masyarakat setempat.

Sebelumnya juga dilakukan penyerahan hibah tanah seluas 2,5 hektare dari Pemerintah Kepri ke Kementerian Sosial untuk pembangunan rumah penampungan sementara atau "trauma" center bagi tenaga kerja Indonesia yang bermasalah. (rr)





0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.372 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.452 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    923 respon

Total Respon: 9.747
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft