Tue, 27 Mar 2012 22:55:16 GMT | By MULA-ANTARA

Mendiknas: Kembalikan Masalah Kenaikan BBM ke Ekonomi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) Republik Indonesia, Mohammad Nuh mengajak semua pihak untuk mengembalikan sudut pandang dalam menilai masalah kenaikan bahan bakar minyak (BBM) ke ranah ekonomi, alih-alih masalah politik.


Mendiknas: Kembalikan Masalah Kenaikan BBM ke Ekonomi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (mendikbud) Republik Indonesia, Mohammad Nuh mengajak semua pihak untuk mengembalikan sudut pandang dalam menilai masalah kenaikan bahan bakar minyak (BBM) ke ranah ekonomi, alih-alih masalah politik.

"Kenaikan BBM sebenarnya masalah ekonomi biasa di mana harga naik dan turun itu wajar terjadi, lalu kenapa bisa segaduh sekarang ini Menurut pengamatan saya yang bukan orang politik ini, kenaikan BBM sudah dibawa ke ranah politik," kata Menteri dalam jumpa pers di kantor Kemendikbud, Jakarta, Selasa.

Menteri menilai masalah kenaikan BBM saat ini dikait-kaitkan dengan masalah politik jelang pemilu 2014.

"Ini adalah kejadian yang terkait dengan ekonomi 2012, tapi dibawa ke masalah politik 2014, jadinya gaduh," kata dia.

Menteri yang juga mantan Rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS) tersebut mengatakan bahwa ada imajinasi politik dalam persepsi sebagian masyarakat yang menimbulkan kreativitas dalam berekspresi seperti demonstrasi.

"Dengan naiknya BBM bukan berarti subsidi dihentikan, subsidi masih tetap diberikan tapi karena kenaikan harga minyak maka subsidi tidak cukup, jadi masyarakat harus ikut menanggung biayanya," kata dia.

Menteri menilai, kenaikan BBM dilakukan demi kebaikan bangsa meski begitu dia memahami jika kepercayaan masyarakat terhadap penggunaan anggaran sedang berkurang.

Sebelumnya Menteri mengatakan telah meminta kepada para rektor untuk membuat diskusi-diskusi mengenai masalah kenaikan bbm sebagai ajang adu konsep dan pemikiran guna mendapatkan solusi dari pendekatan yang berbeda.

"Kami mendorong adanya dialektika keilmuan di kampus-kampus agar aspirasi apapun mengenai kenaikan bbm dari mahasiswa tertampung," kata dia.

Mengenai isu bahwa ada beberapa anggota Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang diajak Presiden dalam kunjungan ke China untuk membungkam mereka melakukan aksi menolak kenaikan bbm, Menteri membantah kabar tersebut.

"Mereka datang ke China atas undangan pemerintah China, dan kalau di China mereka bertemu dengan Presiden itu wajar karena di sana Presiden juga bertemu dengan mahasiswa yang studi di sana dan para tenaga kerja kita," kata Menteri. (rr)

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.399 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.311 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    477 respon

Total Respon: 7.187
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft