Wed, 11 Sep 2013 19:25:53 GMT | By MULA-ANTARA

Khofifah-Herman Gugat Pilkada Jatim ke MK

Jakarta (Antara) - Pasangan Cagub-Cawagub Jatim Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja menggugat hasil Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur ke Mahkamah Konstitusi, karena mereka menilai proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur di provinsi itu diwarnai kecurangan.


Jakarta (Antara) - Pasangan Cagub-Cawagub Jatim Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja menggugat hasil Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur ke Mahkamah Konstitusi, karena mereka menilai proses pemilihan gubernur dan wakil gubernur di provinsi itu diwarnai kecurangan.

Didampingi kuasa hukum Khofifah-Herman, Otto Hasibuan, Khofifah dan Herman mendaftarkan gugatan mereka ke MK di Jakarta, Rabu.

"Dalam gugatan ini, kami inginkan ada diskualifikasi pasangan nomor urut satu (Soekarwo-Saifullah Yusuf) atau kalau diulang hanya diikuti oleh tiga pasangan calon," kata Otto Hasibuan.

Menurut Otto, pihaknya sudah mengantongi bukti dugaan kecurangan Pilkada Jatim yang terjadi secara sistematis, terstruktur, dan massif.

Otto mengatakan pihaknya mencium penggunaan dana hibah sebesar Rp4,1 triliun yang digunakan demi kepentingan kampanye yang diberikan kepada masyarakat, baik kelompok tertentu maupun individu pemilih.

"Tentunya akibat dari pemberian hibah itu maka terjadi pengaruh terhadap perolehan suara. Ini kita sebut `doping`," katanya.

Sementara itu, Khofifah mengatakan pihaknya mengajukan gugatan ke MK sebagai bentuk tanggung jawab kepada 6,5 juta pemilih pasangan Khofifah-Herman sesuai hitungan KPU Jawa Timur pada Minggu (7/9) lalu bahwa pasangan nomor urut empat itu memperoleh 6,5 juta suara.

"Kita harus bertanggung jawab atas mandat itu dan ruang konstitusionalnya ada di MK," tandasnya.

Ketika ditanya mengenai pokok-pokok gugatannya tersebut, Khofifah menolak memberikan keterangan secara rinci, karena dirinya menyerahkan persoalan itu kepada tim pengacara.

"Itu wilayah konten. Nanti kita tunggu kuasa hukum," kata Ketua Umum PP Muslimat NU tersebut.

Sebelumnya ketika melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gedung SD Khadijah III di Candi Lempung, Manukan, Surabaya (8/9), Khofifah Indar Parawansa menyatakan sangat mungkin pihak "Jakarta" yang akan memutuskan hasil Pilkada Jatim 2013.

"Kalau dulu, kami mendaftar di KPU Jatim, tapi keputusannya dari `Jakarta` (DKPP), maka sangat mungkin keputusan hasilnya juga dari `Jakarta` (MK). Hal itu sedang dikaji secara intensif oleh tim hukum kami," katanya. (ar)

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    4.922 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.179 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    434 respon

Total Respon: 6.535
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft