Tue, 19 Mar 2013 00:08:18 GMT | By MULA-ANTARA

Jokowi Hentikan Kontrak Direksi PT MRT Jakarta

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi menghentikan kontrak direksi PT MRT Jakarta karena dinilai tidak menunjukkan kemajuan terkait rencana pembangunan sarana transportasi masal "mass rapid transit".


Jokowi Hentikan Kontrak Direksi PT MRT Jakarta

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi menghentikan kontrak direksi PT MRT Jakarta karena dinilai tidak menunjukkan kemajuan terkait rencana pembangunan sarana transportasi masal "mass rapid transit".

"Lima bulan sudah saya menunggu. Tapi tidak juga saya lihat ada perkembangan. Saya tidak mau terus-terusan menunggu tanpa hasil," kata Jokowi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Senin.

Sebagai informasi, saat ini, dua dari tiga jabatan direksi PT MRT Jakarta mengalami kekosongan karena kontrak kerja salah satu direksi telah habis dan tidak diperpanjang lagi. Sementara, satu direksi lagi telah mengundurkan diri.

"Sebetulnya, masa kerja direktur utama dan direksi sudah berakhir sejak 19 Februari. Jadi, sekarang kami harus adakan pemilihan lagi melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)," ujar Jokowi.

Jokowi mengungkapkan posisi direksi yang saat ini kosong harus segera ditempati. Akan tetapi, Jokowi mengaku tidak dapat berbuat banyak, selain menunggu keputusan dari RUPS.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Administrasi PT MRT Jakarta Erlan Hidayat mengaku hingga saat ini hanya dia yang menempati posisi direksi.



"Saat ini, posisi direksi PT MRT Jakarta hanya ditempati oleh saya. Sehingga, saya harus mengerjakan sejumlah tugas yang seharusnya tidak dikerjakan oleh saya. Ini cukup memberatkan," ungkap Erlan.

Meskipun memberatkan, Erlan menuturkan kekosongan jabatan direksi tersebut tidak akan mempengaruhi performa perusahaan, kecuali dalam hal ketepatan waktu yang sedikit berkurang karena menjadi lebih lamban.

Posisi Direktur Konstruksi yang sebelumnya diduduki oleh Wishnu Subagio Jusuf saat ini masih kosong karena yang bersangkutan telah mengundurkan diri dari jabatannya sejak Oktober 2012.

Selain itu, posisi Direktur Utama yang sebelumnya ditempati oleh Tribudi Rahardjo dan Direktur Perencanaan, Operasi dan Pemeliharaan Rachmadi juga sampai dengan saat ini masih belum ada yang mengisi. (ar)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    18 %
    Setuju
    808 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    3.448 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    177 respon

Total Respon: 4.433
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft