Sun, 06 Jan 2013 10:02:04 GMT | By MULA-ANTARA

JAT Kutuk Pembunuhan Tujuh Muslim di Makassar

Jakarta (ANTARA) - Jamaah Anshorut Tauhid mengutuk dan memprotes keras pembunuhan yang dilakukan Densus 88 terhadap tujuh orang muslim di Makassar dan Bima pada Jumat (4/1) dan Sabtu (5/1) dengan status terduga teroris.


JAT Kutuk Pembunuhan Tujuh Muslim di Makassar

Jakarta (ANTARA) - Jamaah Anshorut Tauhid mengutuk dan memprotes keras pembunuhan yang dilakukan Densus 88 terhadap tujuh orang muslim di Makassar dan Bima pada Jumat (4/1) dan Sabtu (5/1) dengan status terduga teroris.

"Yang jelas mereka adalah seorang muslim dan yang lebih memprihatinkan dua orang dibunuh di teras Masjid Nur Alfiah RS Dr. Wahidin Sudirohusodo Makasar di hari Jumat 4 Januari 2013," kata juru bicara Jama`ah Anshorut Tauhid Son Hadi dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Minggu.

Ia mengatakan tindakan pembunuhan yang dilakukan Densus 88 tersebut merupakan tindakan "extra judicial killing" dan masuk pelanggaran HAM berat. Karena itu JAT mendesak pihak yang berkompenten baik internal POLRI maupun Komnas HAM untuk serius mengusut tuntas kasus ini.

"Karena hal ini sangat mencederai nilai-nilai agama dan kemanusiaan. Kami mendesak segera dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang independen dan transparan untuk mengungkap kasus pembunuhan ini," ujarnya.

Son Hadi mengajak ulama, kyai dan seluruh elemen umat Islam untuk mewaspadai adanya Gerakan Anti Islam yang menunggangi institusi Polri khususnya Densus 88 untuk memerangi Islam dan umat Islam dengan dalih perang terhadap terorisme.

Sebelumnya, Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap sebelas terduga teroris selama dua hari dan tujuh di antaranya tewas tertembak.

Sebelas orang terduga teroris yang ditangkap yakni enam orang di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dan lima orang di Dompu, Nusa Tenggara Barat, pada Jumat dan Sabtu (4/1-5/1).

Lima terduga teroris tewas tertembak di Dompu yakni Roy, Bahtiar, Andi Brekele, dan dua orang belum terindentifikasi. Dua terduga teroris tewas di Makassar yakni Abu Uswah dan dan Hasan, sedangkan yang ditangkap dalam keadaan hidup yakni Thamrin, Arbain, Syarifudin dan Fadli.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar pada Sabtu (5/1) mengatakan di Dompu Densus 88 menemukan tempat yang diduga kuat sebagai lokasi pelatihan kegiatan merakit bom.

Di Dompu ini, menurut dia petugas dengan terpaksa juga melakukan penembakan karena yang dihadapi adalah kelompok bersenjata.

"Kejadiannya Jumat sore (4/1), dua orang meninggal, terindikasi sementara Roy dan Bahtiar, ketika mereka baru turun dari lokasi latihan," kata Boy.

Ia mengatakan, kegiatan itu berlanjut dengan upaya penggerebekan di tempat latihan, yang diduga tempat perakitan bahan peledak pada Sabtu pagi (5/1). Petugas menurut dia terpaksa menembak terhadap mereka di lokasi karena mereka diduga kuat menguasai bahan peledak di tempat tersebut.

Menurut Boy para terduga teroris yang ditangkap merupakan jaringan yang terpantau pascapembunuhan dua polisi di Tamanjeka, Poso.

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.224 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.260 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    460 respon

Total Respon: 6.944
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft