Foke Kecam Tindakan Penganiayaan Siswa Don Bosco

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Fauzi Bowo mengecam tindakan "bullying" atau penganiayaan yang menimpa seorang siswa SMA Seruni Don Bosco yang sedang mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS).
Padahal, MOS merupakan waktu mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru disertai pengajaran moral, bukannya dijadikan ajang tindakan kekerasan atau penganiayaan oleh kakak kepada adik kelasnya.
"Saya tidak membenarkan adanya tindakan seperti itu di sekolah, baik di negeri maupun swasta," kata Fauzi Bowo kepada wartawan usai berbuka puasa bersama warga di Masjid Al Muttaqin, Jalan Sukamulya, Jakarta Pusat, Jumat.
Menurut Foke, kegiatan MOS memiliki aturan baku yang diterapkan sama oleh sekolah negeri maupun swasta.
"Salah satu pada pelaksanaan MOS tidak diperkenankan terjadi tindakan kekerasan, ancaman, penganiayaan, atau pemerasan kepada siswa baru oleh kakak kelas," ujarnya.
Justru, lanjut Foke, selama pelaksanaan MOS berlangsung hendaknya diterapkan pembelajaran perihal moral dan akhlak baik sebagai siswa untuk menjaga keamanan lingkungan sekolah.
"Jangan melakukan tindakan kekerasan. MOS harus lebih banyak berorientasi pada kegiatan pendidikan. Peranan guru di sekolah sangat penting dalam mengawai pelaksanaan MOS. Tugas guru tidak sekadar mengajar, tapi juga mendidik baik nilai moral maupun spiritual," tuturnya.
Fauzi mengaku telah mengistruksikan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar inspeksi ke SMA Seruni Don Bosco.
"Disdik DKI akan menyelidiki dugaan tindakan kekerasan siswa senior terhadap siswa baru. Setelah itu, baru akan ditentukan tindakan selanjutnya, apakah berupa sanksi berat atau sekadar administrasi," ungkapnya.
Sebelunya, seorang siswa yang mengikuti MOS di SMA Seruni Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan menjadi korban penganiayaan kakak kelas.
Siswa berinisial A (15 tahun) mengaku dipukul dan disundut rokok di sekolah. Orang tua korban, Kamis (26/7) melaporkan tindak kekerasan yang dialami putranya ke Polres Jakarta Selatan.
Kepala Satuan Reskrim Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan AKBP Hermawan menerangkan dari laporan tersebut total ada tiga korban penganiayaan di sekolah tersebut.
Dari laporan tindakan penganiayaan diduga dilakukan 18 murid senior SMA Seruni Don Bosco.
Hasil visum tampak korban dinyatakan mengalami luka pada beberapa bagian tubuh akibat sundutan rokok dan pukulan.
Ditemukan bekas luka memar dan luka bakar di tengkuk leher. Bila terbukti bersalah, 18 murid senior itu terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. (ar)
Galleri Foto Terbaru
plasamsn hari ini
- FOTO: Kucing Dicalonkan Jadi Wali Kota
- Kostum Tenis Seksi Pippa Middleton
- Tokoh-tokoh Olahraga Pekan Ini
- Selebriti yang Meraih Gelar Pendidikan
- Banjir Besar di India
- Kala Gajah Bermain Bola
- Pemain PSMS: Kemana Lagi Kami Harus Mengadu?
- 10 Tanda Hubungan Anda Adalah "Pelarian"
- Sumber Energi Yang Eksotik
- Mencintai Buah Hati dari Balik Jeruji
- Yang Menakjubkan dari BMW X6
- Kemegahan Masjid Agung Sheikh Zayed
- Daging Babi Dapat Sebabkan Alzheimer
- Game-game Kejutan di E3
- Orang Ajaib di Dalam Lift
poling berita
Setujukah Anda dengan rencana pemerintah DKI yang akan memindahkan lokasi PRJ ke Monas?
- Lihat
- Bagikan
Berita Internasional

REPUBLIKA.CO.ID, FUKUSHIMA -- Air bawah tanah di pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Jepang m...

REPUBLIKA.CO.ID, SHANGHAI -- Warga di kota kecil di selatan Cina berencana membuat festival tahunan ...

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Afghanistan membatalkan rencana pembicaraan perjanjian bilateral keamanan ...







