Fri, 27 Jul 2012 22:10:26 GMT | By MULA-ANTARA

Foke Kecam Tindakan Penganiayaan Siswa Don Bosco

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Fauzi Bowo mengecam tindakan "bullying" atau penganiayaan yang menimpa seorang siswa SMA Seruni Don Bosco yang sedang mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS).


Foke Kecam Tindakan Penganiayaan Siswa Don Bosco

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Fauzi Bowo mengecam tindakan "bullying" atau penganiayaan yang menimpa seorang siswa SMA Seruni Don Bosco yang sedang mengikuti Masa Orientasi Siswa (MOS).

Padahal, MOS merupakan waktu mengenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru disertai pengajaran moral, bukannya dijadikan ajang tindakan kekerasan atau penganiayaan oleh kakak kepada adik kelasnya.

"Saya tidak membenarkan adanya tindakan seperti itu di sekolah, baik di negeri maupun swasta," kata Fauzi Bowo kepada wartawan usai berbuka puasa bersama warga di Masjid Al Muttaqin, Jalan Sukamulya, Jakarta Pusat, Jumat.

Menurut Foke, kegiatan MOS memiliki aturan baku yang diterapkan sama oleh sekolah negeri maupun swasta.

"Salah satu pada pelaksanaan MOS tidak diperkenankan terjadi tindakan kekerasan, ancaman, penganiayaan, atau pemerasan kepada siswa baru oleh kakak kelas," ujarnya.

Justru, lanjut Foke, selama pelaksanaan MOS berlangsung hendaknya diterapkan pembelajaran perihal moral dan akhlak baik sebagai siswa untuk menjaga keamanan lingkungan sekolah.

"Jangan melakukan tindakan kekerasan. MOS harus lebih banyak berorientasi pada kegiatan pendidikan. Peranan guru di sekolah sangat penting dalam mengawai pelaksanaan MOS. Tugas guru tidak sekadar mengajar, tapi juga mendidik baik nilai moral maupun spiritual," tuturnya.

Fauzi mengaku telah mengistruksikan Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggelar inspeksi ke SMA Seruni Don Bosco.

"Disdik DKI akan menyelidiki dugaan tindakan kekerasan siswa senior terhadap siswa baru. Setelah itu, baru akan ditentukan tindakan selanjutnya, apakah berupa sanksi berat atau sekadar administrasi," ungkapnya.

Sebelunya, seorang siswa yang mengikuti MOS di SMA Seruni Don Bosco, Pondok Indah, Jakarta Selatan menjadi korban penganiayaan kakak kelas.

Siswa berinisial A (15 tahun) mengaku dipukul dan disundut rokok di sekolah. Orang tua korban, Kamis (26/7) melaporkan tindak kekerasan yang dialami putranya ke Polres Jakarta Selatan.

Kepala Satuan Reskrim Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan AKBP Hermawan menerangkan dari laporan tersebut total ada tiga korban penganiayaan di sekolah tersebut.

Dari laporan tindakan penganiayaan diduga dilakukan 18 murid senior SMA Seruni Don Bosco.

Hasil visum tampak korban dinyatakan mengalami luka pada beberapa bagian tubuh akibat sundutan rokok dan pukulan.

Ditemukan bekas luka memar dan luka bakar di tengkuk leher. Bila terbukti bersalah, 18 murid senior itu terancam dijerat Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan. (ar)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    758 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    3.166 respon
  3.  
    4 %
    Tidak tahu
    171 respon

Total Respon: 4.095
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft