Sat, 28 Jul 2012 13:00:45 GMT | By MULA-ANTARA

"Fly Over" - Tol Tak Atasi Macet Jakarta

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menilai, pembangunan sejumlah jembatan layang non-tol (fly over) dan tol di DKI Jakarta tak akan menyelesaikan kemacetan ibukota.


"Fly Over" - Tol Tak Atasi Macet Jakarta

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto menilai, pembangunan sejumlah jembatan layang non-tol (fly over) dan tol di DKI Jakarta tak akan menyelesaikan kemacetan ibukota.

"Iya benar. Tanpa dibarengi transportasi publik memadai. Macet tetap terjadi," katanya menjawab pers, usai meresmikan pengoperasian "fly over" Rawa Buaya Cengkareng, Jakarta Barat sepanjang 929,56 meter, Sabtu.

Djoko memberikan contoh, jika transportasi publik seperti busway, diperbanyak busnya maka dapat mengurangi kemacetan DKI Jakarta.

"DKI, pemerintah sudah membuat MRT, kalau itu jadi maka orang nyaman menggunakan itu dan bisa mengurangi kemacetan karena bisa angkut penumpang banyak dan nyaman," katanya.



Namun, lanjutnya, bukan berarti membangun jalan di DKI masih tetap diperlukan karena sampai sekarang rasio jalan terhadap luas DKI masih sekitar enam persen.

"Saya kira yang normal 20 persen. Jadi kalau mau nambah jalan layang masih ada peluang. Sekali lagi itu tidak langsung (berpengaruh). Harus dibuat sama-sama, fly over jalan, transportasi publik juga," katanya.

Deputi Gubernur DKI bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi Sutanto Suhodo mengatakan penambahan jalan di Jakarta memang masih karena pertumbuhan jalan di Jakarta baru sebesar 6,2 persen per tahun.

Karena itu, katanya, perluasan dan penambahan jalan menjadi salah satu proyek prioritas pemda DKI dalam beberapa tahun ke depan.

"Termasuk enam ruas tol dalam kota, di dalamnya," kata Sutanto.

Dia mengatakan beberapa proyek "fly over" lain yang saat ini sedang digarap antara lain, Antasari-Blok M dan Kampung Melayu-Cawang yang dibiayai dari dana APBD.

Atasi Lingkar Barat



Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Djoko Murjanto mengatakan pembangunan "fly over" Rawa Buaya untuk mengatasi kemacetan di lingkar barat Jakarta.

Dia mengatakan konstruksi jembatan itu baru saja diselesaikan Juni 2012 dan dibangun sejak Oktober 2010.

"Masa konstruksi selama dua puluh bulan, dengan dana dari APBN dengan sistem jamak senilai Rp139,65 miliar," katanya.

Dia menjelaskan jembatan itu merupakan alternatif untuk akses dari dan menuju bandara Soekarno Hatta, jalan di wilayah Daan Mogot, serta arah Jakarta Tangerang atau sebaliknya.

Kontraktor pelaksananya, PT Jaya Konstruksi dengan konsultan pengawas PT Perentjana Jaya yang bekerja sama dengan PT Jakarta Rencana Selaras.

Selain membangun, kontraktor juga akan melaksanakan masa pemeliharaan selama 720 hari kerja.

"Sebelum dioperasikan, jembatan ini juga sudah melalui proses uji kelaikan jalan akhir Juni dan dianggap memenuhi sesuai aturan Peraturan Menteri No.11/2010 tentang Tata Cara dan Persyaratan Laik Jalan," tambahnya. (tp)



0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    20 %
    Setuju
    300 respon
  2. 77 %
    Tidak setuju
    1.179 respon
  3.  
    3 %
    Tidak tahu
    45 respon

Total Respon: 1.524
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft