Tue, 19 Nov 2013 16:04:10 GMT | By MULA-ANTARA

Buruh Jabar Minta Kenaikan UMK 50 Persen

Bandung (Antara) - Ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia Jawa Barat menggelar aksi demo di Bandung, Selasa, meminta agar penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota yang akan ditetapkan pada 21 November 2013, naik 50 persen.


Buruh Jabar Minta Kenaikan UMK 50 Persen

Bandung (Antara) - Ratusan buruh yang tergabung dalam Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia Jawa Barat menggelar aksi demo di Bandung, Selasa, meminta agar penetapan Upah Minimum Kabupaten/Kota yang akan ditetapkan pada 21 November 2013, naik 50 persen.

Sekretaris DPW FSPMI Jawa Barat Sabilar Rasyad, disela-sela aksi unjuk rasanya mengatakan kenaikan UMK 2014 sebesar 50 persen dinilai sangat realistis dan layak karena angka tersebut dinilai mampu mengantisipasi lonjakan kebutuhan yang terjadi pasca kenaikan haraga BBM beberapa waktu lalu dan inflasi tahun 2014.

"Itulah alasan kami mengapa, kami meminta agar UMK 2014 naik 50 persen," kata Sabilar.

Dikatakan dia, kenaikan nilai UMK 2014 yang direkomendasikan oleh setiap kabupaten/kota di Jabar, saat ini hanya berkisar di angka 300 ribuan dan nilai tersebut seolah tidak memperhitungkan nasib buruh untuk tahun ke depan.

"Pengusaha dan dewan pengupahan tidak memperhitungkan inflasi ke depan. Kalau begitu kita akan ngutang terus. Angka 300 ribu itu kalau dibagi 30 hari kerja berarti kenaikannya hanya 10.000 per hari," katanya.

Menurut dia, aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Jabar tersebut merupakan bentuk pihaknya untuk mengawal sejumlah kabupaten kota yang belum mengeluarkan angka rekomendasi UMK.

Oleh karenanya, pihaknya mendesak, agar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, mampu mengeluarkan kebijakan yang pro buruh dalam menetapkan UMK ini.

"Pak gubernur punya wewenang untuk menetapkan upah atau mengubah dalam arti menambah rekomendasi kabupaten/kota. Saya harap gubernur punya political will yang pro buruh. Yang realistis lah naiknya," kata dia.

Sementara itu, para buruh/pekerja di Kota Bandung juga kembali melaksanakan aksi unjuk rasa terkait jelang penetapan UMK dengan mengepung Balai Kota Bandung,



"Aksi hari ini kedua ini adalah telah sesuai komitmen awal bahwa ini kami akan melakukan aksi sampai besok," kata Ketua Serikat Buruh Seluruh Indonesia (SBSI) 1992 Jawa Barat Ajat Sudrajat.

Ia menuturkan, buruh di Kota Bandung masih menaruh harapan mau merubah nilia UMK 2014 di Kota Bandung sebesar Rp 1,9 juta kepada tuntutan awal yakni Rp2,7 juta.

"Jadi saat dewan pengupahan dan buruh tidak menemukan titik terang, artinya keputusan sepenuhnya ada di Wali Kota Bandung. Oleh karenanya kami akan mengawalnya sampai akhir," kata Ajat.(tp)

0Komentar

poling berita

Setujukah Anda terhadap sikap pemerintah yang melegalkan aborsi?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    19 %
    Setuju
    306 respon
  2. 78 %
    Tidak setuju
    1.243 respon
  3.  
    3 %
    Tidak tahu
    46 respon

Total Respon: 1.595
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft