Presiden Tunisia ingin Konflik Suriah Diselesaikan seperti Yaman

Aljazair (AFP/ANTARA)- Presiden Tunisia Moncef Marzouki menuturkan pada hari Minggu bahwa dia berharap pertumpahan darah di Suriah bisa diselesaikan dengan cara yang digunakan untuk menggeser Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

"Saya berharap kami akan menemukan solusi politik yang mirip dengan yang terjadi di Yaman -- bisa dikatakan, lengsernya diktator yang tidak diinginkan dan sebuah transisi," ujarnya dalam kunjungan ke Aljazair.

Setelah berbulan-bulan pertumpahan darah terjadi di antara pasukan keamanan dan demostran pro-demokrasi, Saleh, yang berkuasa sejak 1978, menandatangani perjanjian di Arab Saudi untuk mengakhiri rezim pemerintahannya tapi melindunginya dari pengadilan.

Puluhan ribu warga Suriah sudah hampir setahun melakukan aksi protes terhadap pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Aksi kekerasan terhadap rezim Damaskus sudah menimbulkan kritikan keras dari kelompok-kelompok HAM yang menuturkan setidaknya 6.000 orang sudah terbunuh sejak Maret 2011.

"Tugas utama negara adalah melindungi warganya. Ketika mereka mulai membunuh warganya...mereka sudah kehilangan legitimasi," ujar Marzouki.

Tunisia, yang revolusi demokrasinya tahun lalu memicu protes di Yaman dan Suriah, beberapa hari yang lalu memutuskan untuk mengusir duta besar dari Damaskus, sebuah langkah yang dibalas oleh Suriah.

Suriah sejauh ini sudah menolak rencana Liga Arab yang meminta Assad menyerahkan kekuasaannya kepada wakil presiden menjelang masa transisi. (ml/rr)