Sun, 18 Mar 2012 18:51:00 GMT | By MULA-ANTARA

Pusdalops: Kerugian Bencana di Bali Rp1,9 Miliar

Denpasar (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Provinsi Bali menyebutkan kerugian akibat bencana alam yang terjadi belakangan ini mencapai Rp1,9 miliar.


Pusdalops: Kerugian Bencana di Bali Rp1,9 Miliar

Denpasar (ANTARA) - Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana Provinsi Bali menyebutkan kerugian akibat bencana alam yang terjadi belakangan ini mencapai Rp1,9 miliar.

"Akibat bencana yang terjadi sejak 13 hingga 17 Maret 2012 itu menimbulkan kerugian materiil dan korban jiwa. Jumlah kerugian sementara yang sudah masuk ke kami mencapai Rp1,9 miliar," kata Kepala Pusat Pengendalian Operasional Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Provinsi Bali I Gede Jaya Seratabrana, di Denpasar, Minggu.

Ia menyebutkan rincian kerugian di Kabupaten Badung sebesar Rp587 juta, Tabanan Rp895 juta, Klungkung Rp135 juta Karangasem Rp278 juta dan Kota Denpasar sebesar Rp75 juta.

Sedangkan di Kabupaten Buleleng dan Bangli belum dihimpun, karena belum bisa diidentifikasi.

Jaya Seratabrana mengatakan, pihaknya belum bisa merinci jumlah itu meliputi kerugian material apa saja. Hanya saja, kerugian itu sementara ini diakumulasi dari seluruh kerugian material akibat cuaca buruk yang menghantam Bali.

Sementara itu, kata dia, untuk jumlah korban jiwa, ia menyebut hingga hari ini korban jiwa sebanyak lima orang.

"Berdasarkan data, dua orang di Kabupaten Karangasem, tiga orang di Gianyar, termasuk dua orang yang semalam tertimpa pohon. Ini korban jiwa akibat angin kencang, belum ditambah longsor di Bangli," ujarnya.

Jaya Seratabrana mengatakan, kejadian ini imbas dari badai tropis Lou di Teluk Australia. "Ini masih terjadi hingga beberapa hari ke depan," katanya.

Untuk mengantisipasi bencana susulan, Seratabrana mengaku sudah meyiagakan pasukan yang terdiri dari delapan orang dokter, 16 perawat, delapan operator radio dan sembilan sopir yang terbagi dua induk dengan tiga armada.

"Kami tetap siaga selama 24 jam, untuk mengantisipasi kejadian-kejadian di wilayah Bali," katanya. (tp)



0Komentar

poling berita

Menurut Anda, perlukah pemerintah membayar diyat Satinah yang didenda Rp 21 miliar oleh majikannya di Arab?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1.  
    24 %
    Perlu
    2.251 respon
  2. 67 %
    Tidak
    6.110 respon
  3.  
    9 %
    Tidak tahu
    876 respon

Total Respon: 9.237
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...

Berita Internasional

PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft