Tue, 21 Feb 2012 21:38:24 GMT | By MULA-ANTARA

Kegempaan Merapi Turun dalam Dua Hari Terakhir

Yogyakarta (ANTARA) - Aktivitas kegempaan Gunung Merapi dalam dua hari terakhir terpantau menurun, meskipun sejak awal Februari terjadi peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan.


Kegempaan Merapi Turun dalam Dua Hari Terakhir

Yogyakarta (ANTARA) - Aktivitas kegempaan Gunung Merapi dalam dua hari terakhir terpantau menurun, meskipun sejak awal Februari terjadi peningkatan aktivitas kegempaan yang cukup signifikan.

"Dalam dua hari terakhir ini, Merapi sangat tenang. Aktivitas kegempaan tidak terlihat, meskipun sejak awal Februari terjadi peningkatan kegempaan yang cukup signifikan. Gempa dalam pernah mencapai 35 kali per hari, dan gempa multifase bahkan tercatat hingga 43 kali per hari," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta Subandriyo di Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, meskipun di awal Februari terjadi peningkatan aktivitas kegempaan dan kini terjadi penurunan aktivitas, hal tersebut masih dapat dikatakan normal mengingat gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DIY itu adalah gunung api aktif.

Peningkatan aktivitas kegempaan di awal Februari yang kemudian diikuti dengan penurunan aktivitas sejak dua hari terakhir tersebut, lanjut Subandriyo, dimungkinkan terjadi akibat adanya proses pelepasan gas dari dalam gunung.

"Saat gunung akan melepaskan gas namun terhalang maka mengakibatkan akumulasi tekanan sehingga terjadi `fracture`. Hal itu memicu munculnya gempa dangkal. Dan setelah gas terlepas, aktivitas kegempaan pun tidak ada lagi," katanya.

Ia berharap, analisis itulah yang terjadi di Gunung Merapi sejak awal Februari, dan bukan diakibatkan oleh sebab-sebab lain.

Pascaletusan besar yang terjadi pada akhir 2010, lanjut Subandriyo, pihaknya belum memiliki pengalaman terkait aktivitas Gunung Merapi, termasuk pola-pola aktivitas kegempaannya karena sangat terpengaruh pada aktivitas internal gunung.

Dari pengalaman empiris letusan-letusan Gunung Merapi yang telah terjadi, menunjukkan bahwa setiap terjadi letusan tidak pernah selalu memiliki ciri yang sama. " Gejala awal erupsi merapi tdk pernah sama persis. Yang penting dilakukan masyarakat adalah waspada dan kami akan melakukan tugas memantau secara rutin," lanjutnya.

Saat ini, pemantauan aktivitas Gunung Merapi didukung oleh peralatan yang cukup lengkap, yaitu 10 stasiun seismik dari semula hanya lima stasiun, pemantauan deformasi yang dulu hanya dilakukan dengan "electronic distance measure" (EDM) dan reflektor kini dilengkapi tilt meter serta GPS online untuk perekaman data secara terus menerus.

"Hanya karena kondisi alam di puncak Merapi masih tidak memungkinkan, maka untuk kegiatan sampling gas sulit dilakukan," katanya.

Ia menegaskan, setiap kali Merapi akan meletus, pasti ada tahapannya, dan tidak tiba-tiba meletus meskipun prosesnya tidak pernah dapat ditentukan lama waktunya.

"Sekarang tinggal bagaimana menerjemahkan gejala-gejala yang ada itu dengan analisa data dan interpretasi yang benar didasarkan pengalaman letusan sebelumnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTK Yogyakarta Sri Sumarti mengatakan, rentang waktu letusan Merapi tidak bisa ditentukan. "Merapi pernah tidur selama 18 tahun, tetapi pernah pula meletus dua tahun berturut-turut. Tetapi yang pasti, gunung itu akan menunjukkan gejala-gejala awal sebelum meletus," katanya.

Ia mengatakan, dengan status aktif normal, masyarakat masih diperbolehkan untuk melakukan aktivitas di gunung, termasuk pendakian, hanya saja perlu waspada karena masih banyak material lepas dan saat ini masih musim hujan. (rr)

0Komentar

poling berita

Yakinkah Anda, politik uang pada Pilpres 2014 kali ini makin marak?

Thanks for being one of the first people to vote. Results will be available soon. Check for results

  1. 75 %
    Yakin
    5.286 respon
  2.  
    18 %
    Tidak yakin
    1.280 respon
  3.  
    7 %
    Tidak tahu
    466 respon

Total Respon: 7.032
Hasil ini tidak ilmiah. Hasil akan diperbarui tiap menit

Video Berita

Lainnya...
PlasaMSN adalah kemitraan antara Telkom dan Microsoft